Halaman

Kumpulan Pantun Anak-anak 3

Ikan tuna bukan di tambak
Ikan dimasak potong siripnya
Kami tertawa terbahak-bahak,
lihat adik ompong giginya

Ada anak makan durian
Sayang tidak ada pisaunya
Ada yang ingin bepergian
Sayang ternyata kosong dompetnya


Ke mana kancil kita kejar
Ke dalam pasar kita mencari
Ketika kecil rajin belajar
Setelah besar senanglah diri


Rumput ilalang bergoyang-goyang
Tertiup angin ke sana-sini
Mari kita tunaikan sembahyang
Bekal kita di akhirat nanti

Kalau mau makan sukun
Jangan lupa makan kedondong
Kalau mau hidup rukun
Jangan lupa tolong-menolong

Pilihlah salak yang besar-besar
Salak dibau harum kulitnya
Jadilah anak yang rajin belajar
Kelak engkau banyak ilmunya

Lihat paku di atas pagoda
Menancap dalam indahnya kayu
Bukan niat aku menggoda
Apa yang salah dengan wajahmu

Pulang ke rumah jalan Margonda
Untuk memetik si buah duku
Bilang saja niat menggoda
Karena cantik menghias wajahku

Banyak jerapah di kebun binatang
Di pagar kawat terkurung satu
Adakah masalah coba kau bilang
Agar dapat aku membantu

Kulit bambu di atas papan
Di belah satu masukkan ke saku
Baiklah aku akan katakan
Maukah kamu kerjakan PR-ku

Burung gelatik hinggap di bambu
Bulunya indah sepanjang masa
Ternyata cantik hanya kelebihanmu
PR semudah itu kamu tak bisa

Tong kosong nyaring bunyinya
Dipukul palu jadi abu
Kamu sombong memang nyatanya
Aku malu jadi temanmu


Kuda berlari masuk ke jurang
Rodanya patah kusirnya jatuh
Ayo kemari kamu kutantang
Jangan beraninya hanya dari jauh

Sepat seput kelapa di parut
Kelapa sebelah diambil dagingnya
Aku bukan takut atau pengecut
Lebih baik mengalah daripada terluka

Burung bangau terbangnya tinggi
Hinggap di dahan pohon kamboja
Kalau kamu memang berani
Jangan hanya bicara saja

Anak ayam turun sepuluh
Anak itik jumlahnya lima
Daripada kita jadi musuh
Lebih baik berteman saja


Buah duku
Buah jambu
Bolehkah aku
Jadi temanmu

Buah duku
Buah jambu
Bolehkah aku
Jadi temanmu

Ada ikan di meja makan
Kucing mengintip di bawah bangku
Kalau kita berteman
Bolehkah kupinjam buku

Air panas suam kuku
Kuku lima jadi bagus
Boleh saja pinjam buku
Asalkan kembalinya juga bagus

Kering sudah air mataku
Karena menangis tersedu-sedu
Sekarang kupinjam buku
Besok belajar bersamamu

Beli satu buah duku
Beli juga buah delima
Datanglah ke rumahku
Ayo belajar bersama





Kumpulan Pantun Anak-anak 2

Beberapa contoh pantun anak-anak

Katak jantan berkaca,
si betina merasa malu.
Anak yang malas membaca,
pasti akan sedikit malu.

Gagak terbang tinggi,
rajawali hinggap di batu.
Anak yang berbakti,
pasti senang membantu ibu.

Katak beramai-ramai,
kupu-kupu indah di bulu.
Anak yang pandai-pandai,
tentu disayang oleh guru.

Singa yang tidur nyenyak,
burung bernyanyi merdu.
Bawa uang saku banyak,
pikirannya akan terganggu



Buah pinang buah belimbing,
ketiga dengan buah mangga.
Sungguh senang berbapak sumbing,
biar marah tertawa juga.

Pohon manggis di tepi rawa,
tempat kakek tidur beradu.
Sedang menangis nenek tertawa,
melihat kakek bermain gandu.

Pak Pung Pak Mustafa,
encik Dulah di rumahnya.
Tepung dengan kelapa,
gula jawa di tengahnya.

Burung nuri burung dara,
terbang ke sisi taman kahyangan.
Cobalah cari, wahai saudara,

makin diisi makin ringan.

Hilir lorong mudik lorong,
bertongkat batang temberau.
Bukannya saya berkata bohong,
kakek memikul paha kerbau.

Di kedai Yahya menjual surat,
di kedai kami menjual sisir.
Kaki buaya melompat ke darat,
melihat kambing terjun ke air.

Dari Ambon hendak ke Perak,
singgah sebentar ke Semarang.
Si Jibun mencuri kerak,
hitam hidungnya kena arang.

Buah nangka buah durian,
cempedak muda dibuat jamu.
Buat apa berteman,
jika tak pernah main denganku.

Buah kelapa dingin airmu,
nira di piring tumpah kau buang.
Buat apa main denganmu,
jika bermain pasti kau curang.

Mangga dipetik berwarna merah,
sayang disayang tinggallah satu.
Duhai abang berbaju merah,
sudah lupakah dikau padaku?

Mangga dijual satu keranjang,
dijualnya lewat surau.
Adinda cantik kasihku sayang,

mana mungkin lupakan dikau.

Kalau kita main catur,
tidak lupa memegang kuda.
Kalau hidup kita teratur,
badan sehat dan sejahtera.

Ban mobil di taman kota,
bila diambil haruslah diikat.
Badan yang sehat idaman kita,
bila belajar semakin giat.

Mari bersama naik kuda,
kuda ditarik melompat-lompat.
Mari bersama berolahraga,
untuk bekal hidup sehat.

Jangan suka makan mentimun,
lebih baik makan mentega.
Jangan suka duduk melamun,
lebih baik berolahraga.


Berakit-rakit ke hulu,
berenang-renang ke tepian.
Bersakit-sakit dahulu,
bersenang-senang kemudian.

Kalau ada sumur di ladang,
boleh kita menumpang mandi.
Kalau ada umur yang panjang,
boleh kita berjumpa lagi.




Kumpulan Pantun Anak-anak

     

Di sini saya tulis beberapa pantun anak. Bagi Bapak Ibu Guru yang akan mengajarkan pantun kepada anak didiknya dapat menggunakan pantun di bawah ini sebagai tambahan perbendaharaan pantun Bapak Ibu. Bagi orang tua juga bisa menjadikannya bekal mendampingi anak-anak kesayangannya belajar pantun di rumah. terima kasih telah mengunjungi situs saya, semoga bermanfaat.

Kalau ada kembang yang baru
Bunga kenanga dikupas jangan
Kalau ada sahabat baru
Sahabat lama ditinggalkan jangan

        Pantun bersuka cita
Dibawa itik pulang petang
Dapat di rumput bilang-bilang
Melihat ibu sudah datang
Hati cemas jadi hilang

         Pantun jenaka
Di sini kosong di sana kosong
Tak ada batang tembakau
Bukan saya berkata bohong
Ada katak memikul kerbau

        Pantun teka-teki
Kalau puan, puan cerana
Ambil gelas di dalam peti
Kalau tuan bijak laksana
Binatang apa tanduk di kaki

        Pantun nasihat
Ke mana kancil akan dikejar
Ke dalam pasar cobalah cari
Ketika kecil rajin belajar
Sesudah besar senanglah nanti

       
         Pantun agama
Asam kandis asam gelugur
Kedua masam siang riang
Menangis mayat di dalam kubur
Teringat badan tidak sembahyang


Daripada main layang-layang
Lebih baik main di kali
Daripada pikiran melayang
Lebih baik tidur bermimpi


Elok rupanya kembang jati
Dibawa itik pulang petang
Tidak terkata besar hati

Melihat ibu sudah datang



Ramai orang bersorak-sorak

Menepuk gendang dengan rebana

Alangkah besar hati awak
Mendapat baju dan celana