Halaman

Contoh makalah 2

Salam literasi,

Bagaimana kabar sobat? Kuharap semua dalam kondisi sehat. Terima kasih sobat sudi mengunjungi situs kami. Kami harap sobat semua merasa betah..... hehehe. Sobat, di sini kami hendak sedikit berbagi dengan teman-teman tentang sedikit yang sudah kami buat. Dengan tujuan ikut mengisi ruang di dunia maya yang kian hari kian merakyat, seolah telah menjadi kebutuhan dasar bagi umat manusia dewasa ini.  

Bukan niat kami hendak menyombongkan diri, namun hanya sekedar berbagi, dengan didorong rasa ingin berguna bagi orang lain yang membutuhkan atau pun yang merasa memiliki minat. Bagi yang tidak berminat kami sangat menghargai keputusan untuk tidak membacanya ataupun melihatnya. 

Kritik dan saran dari sobat pembaca akan sangat bermanfaat bagi kami, bagi pengembangan ke arah lebih baik lagi. Untuk itu janganlah segan untuk memberikan komentar pada kolom komentar setelah membaca tulisan kami.

Kali ini kami berniat untuk berbagi contoh makalah yang kami buat dalam rangka mengikuti perlombaan Guru Berdedikasi di Daerah Khusus kabupaten Banjarnegara provinsi Jawa Tengah. Kami sadar tulisan kami sangat jauh dari kesempurnaan, namun setidaknya dapat menjadi gambaran bagi teman-teman yang baru akan menulis, atau pun menjadi acuan bagi teman-teman untuk menulis yang jauh lebih baik dari ini. 

Akhir kata kami ucapkan selamat membaca, dan jangan lupa mengisi kolom komentar sebagai umpan balik bagi kami.
O ya, di bawah tulisan ini sudah kami sisipkan tombol untuk mengunduh/mendownload. 

Salam literasi.

PROFIL PONO, S.Pd.SD
GURU SD BERDEDIKASI DI DAERAH KHUSUS
SD NEGERI 1 SINDUAJI, KECAMATAN PANDANARUM
KABUPATEN BANJARNEGARA


A.      KONDISI SD NEGERI 1 SINDUAJI
SD Negeri 1 Sinduaji adalah sebuah Sekolah Dasar yang terletak di Desa Sinduaji Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Desa Sinduaji sendiri terletak di atas bukit, dan berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga di sebelah barat, berbatasan dengan desa Pandanarum di sebelah timur dan selatan serta berbatasan dengan Desa Pasegeran kecamatan Pandanarum di sebelah utara. Untuk mencapai Desa Sinduaji baik dari arah barat, utara maupun timur harus melalui jalan berliku, menanjak dan mendaki dengan kemiringan tanah yang cukup curam. Tak heran jika jalan menuju  Desa Sinduaji cepat mengalami kerusakan karena kemiringan tanah yang cukup curam sedangkan curah hujan sebagaimana di daerah perbukitan yang lain cukup tinggi. Sedangkan pada bagian selatan Desa Sinduaji adalah merupakan tanah perkebunan dengan kemiringan tanah yang cukup terjal dan berakhir pada kali Gintung. Jika musim hujan tiba  sering terjadi  tanah     longsor di sepanjang jalan baik di wilayah Desa Sinduaji maupaun  disekitarnya. Bahkan jalan – jalan utama dikecamatan Pandanarum juga selalu mengalami kerusakan dari tahun ke tahun terutama pada musim penghujan, karena kontur tanahnya yang labil.  Untuk dapat  mencapai wilayah  kecamatan Pandanarum sendiri harus melalui kecamatan Kalibening  di sebelah utara, sedangkan untuk masuk ke wilayah kecamatan Pandanarum dari arah selatan harus melewati hutan pinus dengan kondisi jalan yang cukup sempit dan rusak, bahkan setiap musim angin tiba, banyak pohon pinus tua yang tumbang menutupi jalan sehingga terkadang pengguna jalan harus merunduk di bawah pohon tumbang atau berjalan menyusuri semak di pinggir jalan. Syukurlah penduduk sekitar sangat peduli  dengan kondisi jalan sehingga mereka mau membantu siapa saja yang mengalami kesulitan dengan cara meningkirkan kayu-kayu yang melintang di badan jalan. Sedangkan untuk dapat sampai di wilayah kecamatan Pandanarum dari arah barat harus melewati Desa Sinduuaji yang notabene merupakan daerah terpencil. 
Desa Sinduaji berjarak  7,5 km dari kantor  keccamatan sedangakan dari kota kabupaten berjarak sekitar 60 km. Karena medan yang cukup sulit untuk sampai ke kantor  kecamatan memerlukan waktu sekitar setengah jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Mayoritas penduduk  desa Sinduaji bermata pencaharian sebagai petani, buruh tani dan buruh bangunan.
Sebagian besar penduduk desa Sinduaji merupakan tamatan SD dan ada sebagian yang tidak tamat SD dengan jumlah ± 10%. Sedangkan penduuduk desa Sinduaji yang telah menamatkan sekolah setingkat SMP ke atas ±10%.
 Desa Sinduaji berada pada ketinggian ± 800 mdpl dengan luas wilayah 488,24 ha.  Dengan kemiringan tanah yang cukup tinggi maka sebagian besar petani di desa Sinduaji menanam kayu Albasia, selebihnya kurang lebih 20 persen menanam ketela, padi, jagung serta tanaman palawija lainnya serta sebagai penyadap nira pohon aren.


B.       DEWAN GURU SD NEGERI 1 SINDUAJI
Sejak saya ditugaskan di SD Negeri 1 Sinduaji hingga sekarang, keadaan guru telah mengalami perubahan dengan mutasinya beberapa orang guru baik yang masuk maupun keluar dari SD Negeri 1 Sinduaji. Pada awal saya ditugaskan di SD Negeri 1 Sinduaji yaitu bulan Mei 2009 jumlah tenaga ada 9 orang, terdiri satu orang Kepala Sekolah yaitu Bp. Radi Raharjo, lima orang PNS yaitu Bp. Suyitno yang merupakan guru PAI, Bp. Getun Supriyadi, Bp. Al Ashar, Bp. Waluyo, Bp. Sarwono sebaagai Guru Kelas, dua orang Guru Wiyata Bhakti, yaitu Bp. Rudianto dan Bp. Priyanto, serta Bp. Sudi sebaagai penjaga sekolah.  Kebetulan penempatan saya di SD Negeri 1 Sinduaji saat itu saya tidak sendiri, tetapi ada teman satu angkatan yaitu Bp. Asep Pratomo dari Purworejo. Dengan diregrupnya SD Negeri 2 Sinduaji menjadikan salah satu gurunya yaitu Ibu Titi Suharti masuk ke  SD Negeri 1 Sinduaji sedangkan Bp. Priyanto berpindah ke SD Negeri 3 Sinduaji.
Beberapa  bulan kemudian  setelah saya ditempatkan di Sinduaji jumlah guru di SD Negeri  1 Sinduaji berkurang dengan dimutasinya dua orang guru SD Negeri 1 Sinduaji yaitu Bp. Sarwono dan Bp. Waluyo, kemudian tahun 2010 SD Negeri 1 Sinduaji mendapat tambahan 1 guru yaitu Bp. Sundiyah. Seiring berjalannya waktu satu per satu guru SD Negeri 1 Sinduaji mutasi ke luar, dimulai dengan berpindahnya Bp. Getun Supriyadi  ke lokasi kerja yang baru yaitu ke SD Negeri 3 Wanakarsa, disusul kemudian dengan berpindahnya Bp. Al Ashar ke SD Negeri 2 Lawen. Sedangkan Bp. Sudi pensiun dan digantikan Bp. Aminudin, seorang tenaga Wiyata Bhakti.  Bp. Sriyanto dari SD Negeri 3 Sinduaji masuk menggantikan Bp. Radi Raharjo yang HMT Kepala Sekolah, sedangkan Bp. Radi Raharjo menjadi guru kelas. Pada tahun 2014 terjadi penambahan guru sebanyak dua orang CPNS dari selekksi tenaga Honorer K2 atas nama Bp. Dwi Kahono dan Ibu Norman Yulia.  Selanjutnya Ibu Sundiyah berpindah berpindah ke SD Negeri 3 Adipasir, kemudian disusul Bp.Suyitno yang mutasi ke SD Negeri 3  Lebakkwangi. Pada tahun 2015 Bp. Radi Raharjo pensiun. Selanjutnya pada Pebruari 2016 Bp. Sriyanto dimutasi ke SD Negeri 1 Beji dan digantikan oleh Bp. Sukadar yang sebelumnya menjadi kepala Sekolah di SD Negeri 3 Sinduaji.
Keadaan guru di SD Negeri 1 Sinduaji pada saat ini berjumlah 8 orang, terdiri  dari 5 orang PNS/CPNS dan 3 orang tenaga Wiyata Bhakti/Honorer K2. Kedelapan guru tersebut adalah Bp. Sukadar sebagai Kepala Sekolah, Bp. Pono mengajar kelas 4, Bp. Asep Pratomo sebagai guru Penjas Orkes sekaligus mengampu kelas 3. Dua orang CPNS yaitu Bp. Kahono dan Ibu Norman Yulia mengajar kelas 5 dan kelas 6. Sedangkan ketiga orang tenaga Wiyata Bhakti yaitu Bp. Rudianto mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Ibu Titi Suharti menjadi guru kelas 1, sedangkan Bp. Aminudin sebagai penjaga sekolah sekaligus mengajar kelas 2.        
Dari 8 orang tenaga yang ada di SD Negeri 1 Sinduaji, sebanyak  6 orang sudah memiliki kualifikasi pendidikan S1, 1 orang mempunyai kualifikasi pendidikan setingkat D II, sedangkan 1 orang lagi sedang menempuh pendidikan S1.
Guru-guru PNS/CPNS di SD Negeri 1 Sinduaji rata-rata berdomisili di luar kecamatan Pandanarum, dan menggunakan kendaraan sepeda motor untuk sampai ke lokasi tempat kerja, sedangkan ketiga ornag tenaga Wiyata Bhakti kesemuanya berdomosili di wilayah desa Sinduaji. Untuk memberikan gambaran domisili guru SD Negeri 1 Sinduaji berikut ini saya tampilkan data domisili dan jarak tempuh guru SD Negeri 1 Sinduaji.
NO
NAMA
ALAMAT
Jarak dari rumah ke sekolah
Waktu tempuh dari rumah ke sekolah
1
Sukadar
Lawen
15 km
50 menit
2
Pono
Sijeruk
45 km
1,5 jam
3
Asep Pratomo
Depok
60 km
2 jam
4
Norman Yulia
Pandanarum
3 km
15 menit
5
Dwi Kahono
Sipedang
17 km
30 menit
6
Rudianto
Sinduaji
200 m
-
7
Titi Suharti
Sinduaji
1  km
5 menit
8
Aminudin
Sinduaji
200 m
-



C.      KONDISI SISWA SD NEGERI 1 SINDUAJI
Keadaan siswa SD Negeri 1 Sinduaji sampai tahun pelajaran 2015/2016 berjumlah 112 orang siswa terdiri dari 63 orang siswa laki-laki dan 49 orang siswa perempuan dengan 6 rombel.
Dari jumlah siswa tersebut kebanyakan mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu dengan latar belakang pendidikan orang tua yang rendah sehingga masalah motivasi belajar dan kesadaran akan pentingnya pendidikan di sekolah kami menjadi kendala yang sangat signifikan yang merupakan beban kami yang paling berat bertugas di daerah khusus.

D.      DEDIKASI SAYA DI SD NEGERI 1 SINDUAJI

Kondisi SD Negeri 1 Sinduaji pada saat pertama sangat memprihatinkan. Ruang kelas hanya ada 5 ruang sementara jumlah rombelnya ada 6 rombel dan 1 rumah dinas guru yang kondisinya suda sangat rusak. Keadaan tiga ruaang kelas rusak namun kantor dan ruang kelas satu masih cukup baik. Namun sebagian besar lantai sudah pecah. Bahkan rumah dinas yang juga dijadikan ruang kelas 3 kondisinya sudah sangat parah.
Keadaan ini terasa lebih parah lagi ketika melihat tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan masih sangat-sangat rendah. Itu dapat dilihat dari jumlah  siswa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi (SMP) sangat sedikit. Pada Tahun Pelajaran 2008/2009 hanya 1 anak dari SD Negeri 1 Sinduaji yang melanjutkan. Bahkan ada di antara mereka   terutama anak perempuan setelah tamat SD terus menikah.  Bahkan angka putus sekolah SD juga masih tinggi, dan masih banyak warga masyarakat Sinduaji yang tidak sampai menamatkan pendidikannya sampai SD. Sedangkan yang sekolah dengan asal – asalan saja, sekolah asal berangkat. Kalau mau berangkat, kalau  sedang tidak tidak mau ya tidak berangkat. Keadaan seperti ini terjadi hampir di semua kelas, sehingga prestasi siswa dalam hal akademik sangat rendah. Terlebih lagi dengan kenakalan anak  yang cukup tinggi. Hampir setiap hari terjadi perkelahian sesama  siswa, baik perkelahian sesama siswa dalm satu kelas maupun perkelahian anatar kelas. Pernah terjadi dalam satu hari terjadi 5 kasus perkelahian  , antar siswa yang berbeda, sehingga ketika dua siswa berkelahi sedang dilerai, dua atau tiga siswa di tempat yang lain mulai berkelahi. Bahkan setelah pembelajaran dinyatakan selesai pada itu, dan siswa dipersilakan untuk kembali ke rumah masing-masing, di tengah jalan mereka yang berasal dari dusun yang berbeda saling cegat. Sehingga guru disibukkan dengan melerai siswa yang berkelahi dibandingkan dengan memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi maupun karakteristik peserta didik.
Keadaan seperti ini sangat menantang idealisme saya sebagai guru untuk berbuat sesuatu  agar Sinduaji  dapat berubah ke arah yang lebih baik melalui jalur pendidikan. Saya bersama Kepala Sekolah, Dewan  Guru serta Komite Sekolah dan tokoh masyarakat sepakat untuk berusaha menumbuhkan kesadaran warga masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Bahwa pendidikan memegang peran yang sangat strategis untuk memajukan masyarakat.
Namun di dalam intern sekolah saya bersama Kepala Sekolah dan Dewan Guru sepakat mengambil langkah strategis guna mengatasi masalah yang ada di sekolah. Masalah yang menjadi prioritas utama adalah mengatasi masalah perkelahian yang kerap terjadi dengan mengadakan aktifitas fisik yang dapat memupuk kebersamaan dan rasa saling menyayangi serta menjunjung kedisiplinan dan sportifitas di antaranya kegiatan latihan pramuka dan persami bagi siswa kelas 4, 5, dan 6. Sedangkan bagi siswa kelas 1, 2, dan 3 lebih banyak diberi nasihat secara lembut. Dengan diadakannya persami tiap tahun, secara berangsur-angsur masalah perkelahian mulai  hilang, sehingga sekarang hampir tidak ada perkelahian sesama siswa.
 Adapun usaha untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dilakukan dengan sosialisasi  kepada wali murid yang terintegrasi dengan program sekolah yang lain, misalnya acara penerimaan buku rapor kenaikan kelas dan acara perpisahan siswa kelas VI yang sudah dinyatakan lulus. Hal ini juga dilakukan tiap tahun. Hasilnya  pada tahun pelajaran  2014/ 2015 semua siswa yang lulus SD langsug melanjutkan ke tingkat SLTP.
Kami seluruh dewan guru di SD Negeri  Sinduaji sangat menyadari konsekuensi kami yang ditugaskan di daerah khusus dimana sejak tahun 2010, 2012, 2013, 2014 dan 2015 kami guru di Kabupten Banjarnegara yang ditugaskan di daerah khusus menerima Tunjangan Guru Derah Khusus. Semoga fasilitas yang diberikan oleh pemerintah berupa Tunjangan Daerah Khusus dapat sebanding lurus dengan dedikasi yang kami berikan kepada pemerintah khususnya untuk kemajuan dan peningkatan pendidikan di Indonesia.

DOWNLOAD

Pawinihan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar