Halaman

Resume 3 Pelatihan belajar Menulis

 

Resume 3 

Oleh: Pono

Pelatihan Belajar Menulis 

STRATEGI PEMASARAN BUKU SAAT PANDEMI COVID-19

Narasumber : Agustinus Subardana (Direktur Pemasaran Penerbit Andi)

Moderator : Rizky Kurnia Rahman

-----------


Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana  penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku. 

Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak-anak, pemerintah mendorong kegiatan membaca sebagai wujud dukungan dan tindakan nyata dalam membangun budaya membaca sejak dini. Dukungan pemerintah terhadap budaya membaca buku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap buku, menciptakan peluang usaha bagi pengusaha yang bergerak di bidang penerbitan buku.

Perkembangan industri penerbitan buku juga dipicu oleh alasan keuntungan (profit margin) yang relatif besar dibandingkan industri lainnya khususnya barang konsumsi. Saat ini terdapat 1 328 penerbit yang terdaftar sebagai anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan jumlah penerbit aktif sebanyak 711 penerbit, dan sisanya sudah tidak aktiv lagi.


Awal Maret 2019 ini telah datang wabah Virus Corona 2019 / Covid 19 yang menyebabkan perekonomian dalam negeri makin terasa berat, terutama dari sisi konsumsi, korporasi, sektor keuangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dampak dari mewabahnya Covid 19 ini dirasakan betul oleh berbagai macam sektor. Adapun imbas yang dirasakan oleh pelaku usaha Penerbitan Buku seperti menurunnya pendapatan dan terganggunya kegiatan usaha dari pelaku usaha penerbitan Buku tersebut.


Dampak Penjualan  Buku Selama COVID 19 sangat dirasakan betul oleh pelaku usaha bidang Penerbitan Buku .  Dampak yang dialami pelaku usaha publikasi buku antara lain; 

1. Jaringan  toko buku sebagian besar tutup selama covid 19 di bulan Maret sampai Mei 2020.

2. Pengunjung datang ke toko buku atau ke mall yang ada Toko bukunya masih ada rasa  kekuatiran tertular terkena covid 19 sehingga pengunjung toko buku sangat sepi.

3. Penurunan omset toko buku saat pandemi covid ini mencapai penurunan 60% sampai 90%.

4. Pelaku usaha penerbit buku yang mengurangi jumlah terbit buku baru dan mengurangi distribusi buku ke toko buku.

5. Penerbit gulung tikar atau bangkrut selama covid 19 ini sehingga tidak berproduksi kembali.

6. Untuk Pemasaran Buku yang langsung penjualan atau ketemu langsung ke sekolah ke perguruan tinggi dan ke instansi-instansi lainnya untuk sementara ini tidak bisa ketemu langsung sehingga kurang maksimal dalam menawarkan produk-produk buku.

7. Pelanggan buku baik di kalangan masyarakat umum maupun  instansi-instansi sekolah tinggi dan lainnya mengurangi anggaran untuk pembelian buku sehingga anggaran tersebut paling banyak dipergunakan diorientasikan untuk pembelian alat-alat kesehatan maupun ke covid-19.


Dilihat dari grafik penjualan buku di Gramedia saat adanya pandemi covid 19 di awal bulan Maret 2020 tepatnya tanggal 2 penjualan buku sudah mulai turun drastis.

Bulan April 2020 merupakan titik terendah dalam penjualan buku di Gramedia. Di awal Juni 2020 toko buku Gramedia sudah mulai dibuka dan penjualan buku sudah mulai merangkak naik walaupun naiknya tidak signifikan karena pengunjung di toko buku masih belum begitu banyak.

Untuk mempertahankan Industri Penerbitan Buku , selama pandemi Covid 19 penerbit perlu  menerapkan strategi pemasaran. 

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ) 

Strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi :

1. Faktor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat.

2. Faktor Makro yaitu demografi-ekonomi, politik-hukum, teknologi-fisik dan sosial-budaya.



A. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara. (On Line )

1. Pentingnya Transformasi Digital 

Dampak dari pandemi COVID-19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik atau low-touch, keharusan mengecek kesehatan dan keselamatan, perilaku yang baru hingga pergeseran di sektor-sektor industri., terutama sektor Industri Perbukuan. Perubahan ini tentu akan berdampak ke banyak hal, mulai dari tempat bekerja, Cara belajar – mengajar ,  kehidupan keluarga hingga aktivitas sosial. Strategi itama yang perlu dipakai adalah Digital Marketing dalam melakukan transformasi mendasar pada bisnis penerbitan buku .

Adapun Manfaat Digital Marketing antara lain;

a. Biaya relatif terjangkau / murah

b. Daya jangkauan sangat luas

c. Mudah menentukan target pasar

d. Komunikasi dengan konsumen lebih mudah dan 

e. Lebih cepat populer

f. Sangat membantu meningkatkan penjualan

g. Mudah dievaluasi dan dikembangkan

Salah satu strategi pemasaran online yang sangat efektif adalah penjualan melalui website dan media sosial lainnya.

Untuk penjualan buku lewat Online  harus terus proaktive melakukan promosi , supaya dapat :

- Menyebarkan informasi produk secara masif kepada target pasar potensial 

- Mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen yang sudah ada sehingga kesetiaan konsumen terjaga.

- Menjaga kesetabilan penjualan saat kondisi pasar lagi lesu

- Menaikan penjualan dan profit 

- Membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing 

- Membentuk citra produk dibenak mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan 

- Mengubah tingkah laku ( yang kurang minat beli , menjadikan tertarik beli ) , persepsi dan pendapat konsumen.


Media Online yang dapat dilakukan untuk promosi dan penjualan buku yaitu lewat telepon, w.a, sms, email, telegram, FB, Instragram, youtube , dll.


Team pemasaran On line penerbit ANDI Offset mempunyai 20 staf tenaga pemasaran khusus menjangkau lewat dunia maya / on line . Penerbit ANDI juga memasarkan buku lewat marketplace yang telah di tunjuk oleh Kemendikbut R.I melalui blanja.com, blibli.com dengan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) guna mendukung pengadaan barang dan jasa (PBJ) di sekolah melalui penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler. "Inovasi dan elektronifikasi sektor PBJ merupakan suatu keniscayaan. Hal ini juga sesuai dengan amanat dan kebijakan pemerintah untuk penguatan tata kelola keuangan pendidikan melalui Perpres PBJ Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018,"


2. Pemasaran Buku Lewat Komunitas

Penerbit Andi punya komunitas masing – masing sesuai dengan kapasitasnya untuk membentuk komunitas dan relasi , maka gunakanlah jaringan komunitas untuk sarana promosi dan penjualan buku . Penjualan lewat komunitas  akan lebih efektive dan efisien sehingga tingkat keberhasilan nya lebih tinggi penjualan buku yang ditawarkan. Kuncinya kita harus proaktive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita.


Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas pemasaran lewat komunitas dengan mengadakan webinar lewat link  Zoom , Live Youtube TV. ANDI, dengan tema – tema yang menarik.


B. Strategi pemasaran buku serangan Darat (OF LINE ).

Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara ini dalam penetrasi pasar buku , perlu melakukan pemetaan wilayah dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. Penerbit Andi telah mempunyai 42 cabang di kota dari Aceh s.d Papua, dengan menempatkan tenaga pemasaran di tiap kantor cabang tersebut.

Strategi pemasaran buku serangan darat dikelompokkan berdasarkan target pasar yang dituju , antara lain :

1. Toko Buku 

Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan sendiri , sebagian besar sebagai pemasok Toko buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagai pemasok rutin di toko buku maka  perlu pemetaan jenis toko buku. Toko buku dipetakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Modern, Toko Buku Semi Modern, dan Toko Buku Tradisional.

Kenapa  perlu petakan jenis toko buku, hal ini dikarenakan tiap jenis toko buku tersebut mempunyai sistem administrasi dan tempat yang berbeda. 

Contoh toko buku modern yaitu Gramedia Books Store, Gunung Agung Books Store dan TogaMas Books Store. Toko Modern ini mempunyai sistem transaksi mengikuti perkembangan teknologi yang dapat dikendalikan dengan sistem centralisasi dan sebagainya.

Adapun toko buku semi modern biasanya masih dikendalikan dan mengunakan sistem administasi penjualan per toko . Sedangakan Toko Tradisional biasanya sistem transaksinya masih manual .

Untuk itu saluran toko buku tersebut di atas masih dijadikan jalur distribusi oleh para Penerbit buku dengan sistem titip jual / konsinyasi, kecuali toko buku tradisional diberlakukan kredit dan jual putus.

Strategi Promosi di toko buku Modern ada berbagai macam cara,  antara lain;

a. Menguasai display buku

b. Memasang promosi di internal toko (neon box, eks banner)

c. Mengadakan bedah buku 

d. mengadakan event tematik sesuai bulan berjalan 

e. Proaktif komunikasi dengan pihak internal toko 

f. Menjaga stok buku pada toko dengan repeat order dan pengiriman

Moderator menyilakan calon penanya untuk bertanya.



Contoh display buku di Toko Gramedia.






Contoh Promo tematik khusus buku pertamanan dengan memberikan discount 20% ke konsumen.




Tema Program buku Perpajakan di Gramedia saat ini..


2. Directselling / kunjungan langsung 

Pemasaran Buku melalui Direct selling dipetakan berdasarkan jenis katagori buku yang diterbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling dibagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

- Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

- Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah

- Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum


Dengan pemetaan berdasarkan kategori seperti di atas maka penerbit menempatkan tenaga penjual dengan tugas sebagai berikut;

a. Kunjungan langsung ke setiap sekolah

b. Kunjungan langsung ke setiap kampus atau perguruan tinggi baik swasta maupun negeri

c. Kunjungan langsung ke setiap perpustakaan


3.  Melakukan Event – Event 

Aktive dalam melakukan event – event  seperti event Pameran buku, dalam seminar, workshop, Tryout, dan sebagainya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar