Halaman

ڤنتون

 ڤنتون مروڤاکن کاريا سسترا اصلي ايندونيسيا۔ ببراڤ ايستيله دالم ڤنتون انتارا لاءين بارس؍لارك، باءيت، ريم؍ساجك، سمڤيرن دان ايسي ڤنتون۔ باءيت مروڤاکن کومڤولن دري ببراڤ بارس؍لارق يڠ مميليکي ريما ترتنتو۔ ريما اداله بوڽي اخير ڤد ستياڤ بارس؍لارك۔ ايسي ڤنتون مروڤاکن ڤسن دري سي ڤمبوات ڤنتون۔ ڤنتون مميليکي اتورن ترتنتو، مک جک ايڠين ممبوات ڤنتون هاروس توندوق ڤد اتورن - اتورن ترسبوت سوڤايا ڤنتون يڠ دبوات اينق ددڠر۔ اداڤون اتورن ڤنتون اداله؛ ستياڤ باءيت ترديري دري امڤت باريس باريس ڤرتام دان کدوا مروڤاکن سمڤيرن باريس کتيݢ دان کأمڤت مروڤاکن ايسي ڤنتون بريما اتاو برساجق اب اب نامون سوڤايا ڤنتون يڠ دبوات موده؍نق دباچ دان ددڠر، جک هندق ممبوات ڤاتون ڤرلو ممڤرهاتيکن جومله سوکو کات۔ سباءيقڽ جومله سوکو کات ڤد ستياڤ بارس؍لارس ٨ سمڤاي ١٢۔ سلامت منچوب،


 

Belajar Mandiri

 

Biasanya saya bersama siswa-siswi kelas 6 melaksanakan pembelajaran online via WAG di hari Selasa. Di masa Pandemi Covid-19, kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah dihentikan. Sebagai gantinya siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran di rumah masing-masing yang lazim disebut BDR dengan panduan guru. 

Walaupun tidak bertemu secara langsung saya memantau perkembangan belajar siswa baik secara daring maupun luring. Secara daring melalui HP yang terkoneksi dengan internet menggunakan aplikasi WhatsApp. Sedangkan secara luring menggunakan Lembar Kerja Mingguan yang dibagikan kepada siswa setiap hari Rabu melalui orang tua siswa. 

Orang tua datang ke sekolah mengambil LKM untuk anaknya sekaligus mengumpulkan jawaban tugas LKM. Kegiatan ini sudah berlangsung selama berminggu-minggu di mas Pandemi Covid-19. Terkadang orang tua siswa selain membawa jawaban tugas juga membawa aspirasi dari siswa dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Selain pertanyaan yang diajukan secara lisan oleh orang tua ada juga pertanyaan yang disampaikan melalui WhatsApp. 

Saya senang jika siswa bertanya tentang pembelajaran atau pendidikan. Namun terkadang jika chatt di WhatsApp cukup banyak, saya tidak bisa menjawab dengan cepat. Namun dari chatt yang saya temukan di WhatsApp, dapat saya pahami bahwa baik orang tua maupun siswa dapat memaklumi keterlambatan saya dalam membalas chatt.

Saya menggunakan WhatsApp cukup sering. Selain untuk berkomunikasi secara pribadi dengan siswa, teman, saudara maupun orang tua siswa, saya juga menggunakannya untuk mengikuti beberapa grup WA. Baik grup yang hanya digunakan untuk berkomunikasi maupun yang digunakan untuk pelatihan. Teknik pelatihan melalui Grup WA inilah yang saya adopsi dan terapkan pada pembelajaran di kelas, yaitu pembelajaran online via WAG.

Minggu lalu mulai 1 Maret 2021 hingga 7 Maret 2021 sekolah melaksanakan Penilaian Tengah Semester atau PTS. Siswa mengerjakan soal PTS dari rumah pada pagi hari. Oleh karena itu saya dan siswa kelas 6 tidak melaksanakan pembelajaran online via WAG.

Setelah selesai melaksanakan PTS pada Minggu lalu memerlukan waktu untuk melakukan koreksi terhadap jawaban siswa. Minggu ini disebut jeda tengah semester. Jeda tengah semester digunakan untuk mengoreksi serta menganalisis jawaban siswa. Kegiatan pembelajaran online via WAG pada Minggu ini dihentikan sementara. Sebagai gantinya siswa melaksanakan pembelajaran secara mandiri. 

Caranya saya mengirimkan beberapa link blog yang berisi materi pembelajaran dan latihan soal pada WA Group. Siswa menelusuri blog melalui alamat yang saya bagikan. Setelah selesai melakukan kegiatan menelusuri blog sambil belajar, siswa menulis laporan kegiatan hari ini yaitu kegiatan belajar mandiri.

Beberapa siswa telah mengirimkan laporan kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa telah melakukan kegiatan hari ini. Terhadap laporan siswa saya mengoreksi dengan membaca laporan dari siswa.

Kepada siswa yang telah mengirimkan laporan, saya mengucapkan terima kasih serta memotivasi agar siswa senantiasa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran selanjutnya dengan menulis di WhatsApp.


Berikut adalah tulisan saya di WhatsApp.


Terima kasih kepada anak-anak yang sudah melakukan pembelajaran secara mandiri dengan cara menelaah materi di internet. 

Model belajar seperti ini bisa dilanjutkan dan  dikembangkan lagi besok setelah anak-anak duduk di bangku SMP. 

'Kemandirian' sangat penting dalam segala hal , baik dalam berkarya maupun dalam belajar.

Lawan dari kemandirian adalah 'ketergantungan'. Jika ingin berhasil dalam segala hal, hindari sikap bergantung pada orang lain/siapapun. Agar terhindar dari sikap 'ketergantungan' kepada orang lain, seseorang perlu 'menyiapkan diri'  menghadapi segala kemungkinan. 

Sebagai insan beriman seseorang akan bergantung kepada Tuhan atas segala sesuatu.

Orang yang selalu siap setiap saat, disebut sebagai orang yang hebat. 

(Motivasi hari ini)

Salam persahabatan, 


Tantangan menulis lomba blog PGRI hari keduapuluhdelapan

Pembelajaran Menulis Laporan Kegiatan Mengamati Video

Oleh: Pono, S.Pd.SD



Pembelajaran menulis bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui menulis pengalaman. Setiap orang memiliki pengalaman menarik dalam hidupnya yang tidak mudah untuk melupakannya. Pengalaman yang menarik ini merupakan modal yang bagus untuk seseorang menghasilkan produk berupa tulisan. Tulisan bisa berupa puisi, pantun, syair maupun  karangan bebas atau prosa. 

Mengingat pengalaman menarik lebih mudah dibanding yang lainnya. Baik yang menyenangkan maupun yang kurang mengenakkan. Dengannya seseorang akan mudah menemukan ide untuk ditulis. Itu juga lah yang melatarbelakangi mengapa pembelajaran di kelas sedapat mungkin menghasilkan pengalaman yang menarik bagi siswa. Karena ia akan terkenang sepanjang masa hingga anak-anak menjadi dewasa. Bukan hanya konten yang disajikan kepada siswa, namun semangat yang ditularkan guru kepada siswanya pun perlu disampaikan bersamaan dengan pengalaman belajar yang bermakna dan menarik.

Salah satu kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman menarik yang dapat dilakukan di kelas adalah dengan menuliskan pengalaman menarik saat libur semester. Caranya di awal semester sebelum melakukan pembelajaran sesuai jadwal mingguan, dalam 1 - 3 digunakan untuk kegiatan literasi yaitu menulis pengalaman dalam bentuk puisi, pantun, maupun cerita pendek. Sebenarnya pengalaman liburan juga bisa dijadikan bahan untuk pembelajaran berbicara yaitu ketrampilan berbicara menceritakan pengalaman. Akan tetapi pembahasan kali ini saya batasi pada pembelajaran menulis agar tidak terlalu luas. Atau bisa juga sebagai bahan untuk pembelajaran berbicara dan menulis sekaligus. 


Pembelajaran dengan video

Hal senada dengan pernyataan di atas adalah menonton atau menyaksikan penayangan video. Kalau pada di atas pengalaman yang dimaksud cakupannya luas, karena tanpa batas. Sedangkan pembelajaran menulis menggunakan video terbatas pada pengalaman mengamati video yang ditonton. Pembelajaran  cara ini dapat dikembangkan dengan menyiapkan video yang beragam. 

Dengan kemajuan teknologi sekarang ini, bahan ajar berupa video dengan mudah bisa didapatkan. Baik secara offline maupun secara online. Pembelajaran secara offline tidak memerlukan fasilitas internet, cukup menggunakan video player atau laptop yang dikoneksikan dengan layar monitor atau proyektor. Sedangkan pengamatan video yang diputar secara online dengan mengakses video pada media sosial seperti YouTube atau yang lainnya.


Video hari jadi Banjarnegara

Salah satu kegiatan pembelajaran menggunakan video yang  dilakukan siswa adalah menyimak video Peringatan Hari Jadi Banjarnegara yang disaksikan melalui channel YouTube. Acara Peringatan Hati Jadi Banjarnegara ke 450 ditayangkan secara live pada 26 Pebruari 2021. Pada saat yang sama guru dan siswa menyimaknya dari awal hingga akhir. Video yang dihasilkan berdurasi lebih kurang 2, 5 jam. 

Setelah selesai mengikuti acara Peringatan Hari Jadi Banjarnegara ke 450 secara livestriming  siswa membuat laporan kegiatan berupa resume dari tayangan video tersebut dan dikirimkan kepada guru. Untuk memudahkan pelaporan di masa Pandemi Covid-19 siswa menyampaikan laporan pengalaman menyimak video melalui chatt WA.

Guru merupakan teladan bagi siswanya. Agar semangat siswa dalam melaksanakan tugasnya tidak mengendur, guru memberikan contoh serupa namun dengan cara yang sedikit berbeda. Kalau siswa mengirim laporan melalui WA sedangkan guru menulis resume diposting pada blog yang dikelolanya. Selanjutnya link postingannya dikirimkan ke WA agar dapat diakses oleh siswa dan juga teman-teman guru yang lain.

Banjarnegara, 28 Pebruari 2021 pagi.

Blog penulis: www.ono.my.id

 Gambar diambil dari laman https://www.youtube.com/channel/UCTbbEF2tvniXW06O-uzTDyQ



Tantangan menulis lomba blog PGRI hari keduapuluhtujuh

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ke 450

Oleh : Pono, S.Pd.SD

 

 

Puncak acara peringatan hari jadi kabupaten Banjarnegara dilaksanakan tadi malam, Sabtu, 26 Pebruari 2021 di Pendopo Dipayuda Adigraha. Mengambil tema "Dengan Spirit 450 Tahun Hari Jadi Banjarnegara Kerja Semangat, Ekonomi Meningkat, Keluarga Sehat, Bahagia Menuju Banjarnegara Bermartabat dan Sejahtera". Bertindak sebagai pembawa acara kali ini adalah Afton dan Desinta yang memandu acara menggunakan bahasa Indonesia dengan logat Jawa Ngapak yang khas membuat penonton merasa betah.

 

Peringatan hari jadi Banjarnegara ke 450 berlangsung dengan hikmat. Acara dimulai jam 8 malam dihadiri Bupati Banjarnegara beserta Ibu dan Wakil Bupati Banjarnegara beserta Ibu. Hadir pula Bupati Banjarnegara periode sebelumnya serta tokoh-tokoh masyarakat Banjarnegara.

Acara peringatan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena peringatan kali ini dilaksanakan secara virtual, live via YouTube channel. Serangkaian acara dilaksanakan  di Pendopo Dipayuda Adigraha yang sudah disetting sedemikan rupa sehingga berbagai mata acara dapat berlangsung dengan baik. Hal ini dikarenakan masih dalam situasi Pandemi Covid-19. Pembawa acara serta hadirin  tampak menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan menjaga jarak dan memakai masker.

Penonton

Penonton menyaksikan acara dan bergabung dengan  mengakses channel YouTube melalui HP maupun laptop yang terkoneksi internet dari rumah masing-masing sambil minum kopi bersama keluarga tercinta. Walaupun menonton lewat HP namun kemeriahan dan semangatnya dapat dirasakan dari rumah.

Jumlah penonton livestriming  cukup banyak, mencapai lebih dari 13 ribu penonton tadi malam. Antusiasme penonton juga dapat dirasakan dengan banyaknya chatt yang terus mengalir dengan cepat. Banyak di antara nya berupa ucapan selamat hari jadi, sebagian yang lain menyatakan harapan kemajuan Banjarnegara. Tadi siang saat saya membuka channel YouTube tersebut jumlah pengunjung telah mencapai lebih dari 90 ribu.

Mata acara

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ibu Masitoh dan Ibu Istinganah sebagai pembaca Sari tilawah.  Ayat yang dibaca surat Albaqoroh ayat 155 dan surat Ibrohim ayat 7. Dari layar HP tampak dengan jelas hadirin menyimaknya dengan penuh hikmah.

Selepas  pembacaan ayat suci Alquran dilanjutkan doa yang dipimpin Bapak H. Agus Suryo Suripto, S.Ag. M.H. memohon kepada Allah SWT.

Selesai memanjatkan doa ke Hadirat Allah SWT, dilanjutkan penayangan  video tentang Banjarnegara yang berdurasi 2,5 menit. Isi video tersebut mengenalkan Banjarnegara kepada khalayak sejarah, apa yang sudah dilalui serta potensi yang ada. Yang lebih menarik lagi adalah potensi wisata yang ada di Banjarnegara, baik wisata alam maupun wisata budaya.

 

 

Gambar di atas menunjukkan perayaan sebelum Pandemi Covid-19.

Untuk menghibur penonton disajikan persembahan  Dinas Kepariwisataan dan Budaya.

Acara berikutnya adalah sambutan Bupati Banjarnegara yang mengangkat tema "Dengan Spirit 450 Tahun Hari Jadi Banjarnegara Kerja Semangat, Ekonomi Meningkat, Keluarga Sehat, Bahagia Menuju Banjarnegara Bermartabat dan Sejahtera"

Dilanjutkan pemotongan tumpeng serta pemberian hadiah kepada pemenang lomba K3 (kebersihan, keindahan, kerapian).

Inti acara

Inti acara peringatan hari jadi kabupaten Banjarnegara sesungguhnya adalah Doa Bersama yang dipimpin oleh dai kondang Gus Miftah. Sebelumnya Gus Miftah memang sudah beberapa kali hadir di Banjarnegara. Pada event kali ini Gus tidak hadir secara langsung di Banjarnegara, namun beliau mengisi acara dengan memberikan tausiah serat memimpin doa secara virtual dari Yogyakarta.

Banjarnegara memang kaya akan khazanah budaya. Selepas tausiah dan doa bersama, penonton disuguhi Pagelaran Tari  Warok Kridho Satriya Kencana.

Beberapa karya terbaik anak bangsa berupa vlog ikut disajikan dalam acara tersebut, konten yang disampaikan kebanyakan mengangkat wisata di kabupaten Banjarnegara yang menakjubkan.

"Ayo pada dolan nang Mbanjarnegara".

(Gambar diambil dari laman  https://www.youtube.com/channel/UCTbbEF2tvniXW06O-uzTDyQ)

Banjarnegara, 27 Pebruari 2021 Maghrib

Blog penulis: www.ono.my.id





Tantangan menulis lomba blog PGRI hari keduapuluhenam

 Cara Membuat Soal Online dengan Google Form

Oleh : Pono, S.Pd.SD


Beberapa langkah yang dilakukan mengenai cara membuat soal latihan dengan google form dapat disimak pada keterangan  berikut. Yang ditulis di bawah ini berdasarkan pengalaman penulis, sehingga dimungkinkan ada cara lain atau perbedaan langkah yang dilakukan orang lain yang mempunyai pengalaman berbeda. Untuk itu jika penjelasan berikut ini kurang memuaskan mohon dimaklumi serta dimaafkan. Adapun langkah-langkah yang dimaksud berdasarkan pengalaman penulis adalah sebagai berikut.

Masuk ke akun Gmail

Kita bisa masuk ke akun Gmail melalui browser seperti Google chrome atau yang lainnya. Pada kolom pencarian silakan ketik accounts.google.com / Gmail login. Klik judul berita yang ditawarkan oleh google, hingga sampai halaman untuk masuk ke akun email Google seperti di bawah ini.


Jika tampilan sudah seperti gambar di atas selanjutnya ketikkan alamat email yang kita miliki. Jika sudah klik tombol 'berikutnya'. Dengan mengklik tombol 'berikutnya', sistem akan mengajak kita menuliskan kata sandi atau password untuk masuk ke akun email. Setelah mengetik  kata sandi  selanjutnya login atau sign in. Maksudnya adalah kita masuk ke akun email. 
Setelah masuk kita akan dibawa ke akun email. Kemudian apa yang kita lakukan di dalam akun kita? Pada tampilan akun email terdapat kumpulan titik berjumlah 9 yang membentuk segiempat di sudut kanan atas.
Klik kumpulan titik tersebut hingga muncul beberapa logo aplikasi google.


Masuk ke Google Drive

Setelah muncul beberapa logo aplikasi google klik logo aplikasi google drive yang bentuknya mirip segitiga untuk masuk ke menu google Drive.


Setelah masuk ke menu google Drive kita dihadapkan pada tampilan seperti di bawah ini. Perhatikan bagian kiri atas. Pada bagian kiri atas terdapat tanda tambah/plus (+).


Klik tanda tambah di kiri atas tersebut. Google  menawarkan beberapa sajian dari produknya untuk kita manfaatkan. Scroll sedikit ke bawah sampai pada tulisan google formulir. Klik tanda panah di kanan tulisan tersebut. Google menawarkan dua jenis formulir untuk kita gunakan. Pilihlah formulir kosong untuk kita gunakan sebagai lembar soal online.


Menulis Soal

Setelah memilih dengan mengklik formulir kosong kita mendapatkan selembar formulir yang bisa kita tarik ke bawah sampai cukup panjang untuk menulis soal online. Akan tetapi memanjangkannya dengan menulis soal ya, hehehe ...
Perhatikan tampilan di bawah ini. Berikut adalah lembar soal yang akan kita gunakan.


Yang pertamakali kita lakukan setelah mendapat formulir adalah menuliskan judul  pada bagian atas lembar soal. Judul kita sesuaikan dengan jenis soal. Sebagai mana pada ulangan tertulis, kita bisa menulis judul Ulangan Harian atau Tes Formatif atau asesmen pra/pasca kegiatan. Tentunya kita sesuaikan dengan kebutuhan. 
Di bawah judul kita bisa menuliskan tentang tujuan tes, cara mengerjakan tes, atau ketentuan-ketentuan yang harus dilakukan oleh peserta tes yaitu siswa.
Setelah judul dan deskripsi selanjutnya menentukan  jenis soal yang akan kita buat dengan memilih beberapa alternatif di samping kanan atas. 

Mulailah menulis soal secara berurutan dari nomor satu hingga nomor terakhir. 
Gambar di bawah ini menunjukkan contoh soal bentuk pilihan ganda yang dibuat pada google form.


Mengirim tautan / link soal

Agar siswa atau pengguna dapat mengakses soal yang sudah kita buat, mereka perlu mendapat tautan atau link soal baik melalui blog maupun melalui media sosial.
Untuk mendapatkan link yang bisa kita bagikan dengan orang lain agar bisa mengakses soal online yang sudah kita buat caranya:
Klik kanan pada file soal yang sudah dibuat. Arahkan kursor ke sebelah kanan kemudian klik dapatkan link.


Setelah link didapat, selanjutnya menyalin link tersebut untuk kita bagikan, baik melalui blog maupun melalui media sosial seperti WA maupun Facebook.


Setelah menyalin, untuk membagikan melalui  media sosial seperti WA maupun Facebook cukup dengan menempelkan pada postingan baru, sedangkan untuk membagikan pada blog masih ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.


Tantangan menulis lomba blog PGRI hari keduapuluhlima

 Pentingnya Unggah-ungguh Basa

Oleh: Pono, S.Pd.SD



Salah satu tanda adanya peradaban manusia adalah adanya tatanan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Tatanan wujud dalam semua sendi kehidupan manusia. Tidak berlebihan kiranya disebutkan, bangsa  dengan peradaban tinggi hidup dengan teratur dan bermartabat. Keteraturan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat melambangkan adanya hukum yang ditaati oleh bangsa atau masyarakat tersebut, baik hukum yang tertulis maupun tidak tertulis.

Hukum yang tertulis jika dilanggar mengakibatkan mendapat sanksi. Hukum yang tidak tertulis timbul dan berkembang di masyarakat, jika dilanggar mengakibatkan mendapat sanksi sosial dari masyarakat. Sanksi sosial  bisa berupa cemoohan, dikucilkan dalam pergaulan atau hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya. Untuk itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat perlu memperhatikan aturan-aturan yang ada baik tertulis maupun tidak tertulis.

Etika

Bangsa dengan peradaban tinggi sangat memperhatikan etika dalam segala lini kehidupan. Baik dalam bergaul dengan sesama manusia, dalam bekerja, dalam lingkungan keluarga, bahkan ketika bersendiri. Jelasnya etika yang ditunjukkan seseorang merupakan bukti bahwa ia seorang yang beradab.

Setiap bangsa atau masyarakat memiliki etika yang ia pegang. Satu sama lain mungkin ada kesamaan serta ada pula perbedaan. Semuanya itu merupakan khazanah budaya yang patut disyukuri serta dijaga. Sebagai contoh mengenai 'tata krama' dalam pergaulan. Pada lingkungan masyarakat satu dengan masyarakat yang lain mungkin ada sedikit atau banyak perbedaan. Semua itu merupakan khazanah budaya yang patut disyukuri serta dijaga. Jika seseorang melanggarnya maka akan disebut sebagai 'tidak beretika' atau 'tidak memiliki etika'.

Peribahasa

"Di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung", begitu peribahasa yang maknanya lebih kurang adalah kita harus menghormati adat resam masyarakat yang kita kunjungi atau masyarakat tempat kita berada. (Bagi pembaca mungkin ada yang mengetahui makna yang lebih tepat dari peribahasa tersebut. Jika berkenan sudilah kiranya  berbagi ilmu guna melengkapi tulisan ini yang jauh dari kesempurnaan)

Melestarikan budaya merupakan tanggungjawab suatu bangsa atau masyarakat. Dengan ciri khas budayanya, sebuah bangsa mudah dikenal oleh bangsa lain. Bukankan Tuhan menciptakan manusia dari seorang laki-laki (Ayah) dan seorang  perempuan (Ibu) dan menjadikannya berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal. 

Dengan mempelajari dan melestarikan budaya berarti menjadikan seseorang mengenali jati dirinya sebagai suatu bangsa atau masyarakat tertentu. Sebagai contoh tata krama dalam bergaul di tengah masyarakat Jawa dikenal dengan istilah 'unggah-ungguh'. Tata krama dalam berbicara disebut 'unggah-ungguh Basa'. 'Unggah-ungguh basa' merupakan aturan dalam berbicara di tengah masyarakat dalam bahasa Jawa. Baik berbicara dalam keluarga maupun di luar keluarga. Di dalam rumah ataupun di luar rumah. Di tengah derasnya arus globalisasi saat ini, 'unggah-ungguh basa mulai pudar di tengah masyarakat. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi kemunduran tersebut. Tidaklah bijak menyebutkan siapa yang salah. Ini merupakan masalah bersama yang perlu ditemukan solusinya. 

Solusi 

Berbicara mengenai solusi, salah satunya yang mungkin dilakukan adalah melalui  jalur pendidikan. Seperti dalam peribahasa yang saya tulis pada postingan sebelumnya, yaitu "melentur buluhnya bermula dari rebungnya" maka kebiasaan yang baik perlu ditanamkan sejak kecil. Begitu pula dalam membiasakan anak-anak menggunakan 'unggah-ungguh' dalam berbicara perlu dimulai sejak masih kecil.

Demikian yang dapat saya tulis hari ini. Kritik dan saran dari pembaca amat berharga bagi penulis.

Banjarnegara, 25 Pebruari 2021 malam.

Blog penulis: www.ono.my.id

Tantangan menulis lomba blog PGRI hari keduapuluhempat

 Inspirasi Hewan Pengerat

Oleh: Pono, S.Pd.SD

 

 

Semalam hujan turun dengan lebatnya. Angin pun bertiup kencang. Ditambah lagi dengan padamnya listrik di rumah sekampung. Berdasarkan kalender 'pranata mangsa' hari ini termasuk dalam 'mangsa kawolu. Sudah menjadi kebiasaan sejak dulu kala pada 'mangsa kapitu' dan 'mangsa kawolu' di daerah ku sering terjadi angin bertiup kencang. Terkadang disertai hujan deras. Malam hari pun terasa amat dingin. Terlebih pada saat-saat menjelang subuh.

Aku tidur di lantai beralaskan kasur empuk depan tivi. Biasanya sebelum terlelap aku menonton televisi, menunggu rasa kantuk. Kalau jadwal pelatihan, saya menonton telivisi sekaligus menatap layar HP guna mengikuti pelatihan di grup WA serta, menyaksikan setiap chat pada grup WA baik berupa  dari narasumber maupun pertanyaan dari peserta dan jawabannya. Aku tidak mau ketinggalan agar dapat menyelesaikan membuat resume yang merupakan tugas bagi semua peserta.

Sejak istriku melahirkan si kecil 5 setengah bulan yang lalu, aku memang lebih sering tidur di lantai beralaskan kasur. Tujuannya untuk memberikan keleluasaan bagi si kecil dan ibunya.  Kebetulan televisi di rumahku berada dekat dengan pintu samping. Jika hujan lebat disertai angin kencang terkadang sebagian air masuk melalui celah bawah pintu menjadikan udara bertambah dingin. Bagiku itu bukan masalah, bahkan terasa asyik mengingat ini merupakan bagian dari perjuangan seorang ayah. Sebenarnya masih ada satu kamar lagi yang bisa aku tempati untuk tidur setiap malam. Namun tidur dekat pintu kamar si kecil merupakan pilihan bagiku. Bagi pembaca yang menjadi ayah tentunya sangat paham dengan suasana seperti ini.

Hujan terus mengguyur hingga subuh. Padamnya listrik membuat suasana sepi. Tak ada suara manusia di luar rumah. Biasanya di jalan depan dan samping rumahku, Namun sejak jam 9 malam sepertinya tidak ada yang lewat di samping rumah. Maklum hujan turun  dengan derasnya. Atau kalaupun ada yang lewat satu atau dua tak terdengar karena udara didominasi suara hujan yang terus mengguyur.

Ketika listrik mulai padam kuletakkan HP yang biasa aku gunakan berlatih menulis  di malam hari. Kujadikan ia beralih fungsi menjadi lampu darurat menemani tidur di malam hari. Lumayan. Walaupun tak seterang lampu neon, setidaknya aku bisa melihat jalan menuju kamar mandi. Kalau-kalau ada keperluan kesana.

Hujan mengguyur.  Malam pun semakin dingin. Dari sela-sela suara derasnya hujan kudengar suara keras yang mengagetkan gendang telingaku. Asalnya dari arah dapur.  Di dapur masih gelap gulita. Suara itu memang sering terjadi. Mungkin setiap malam. Dengan perasaan sedikit penasaran akan suara itu aku pun berusaha melelapkan kedua mataku. Kelopak mataku aku usahakan. Agar menutup. Semoga besok pagi saat bangun tidur badanku lebih segar serta bugar. Besok pagi saya harus menempuh jarak puluhan kilometer menuju tempat tugas. Butuh stamina yang prima.

Belum lagi mataku terlelap, suara seperti benturan benda keras kembali terdengar. Kali ini lebih keras dari sebelumnya, diikuti suara berisik terus terdengar. Asal suara masih sama, dari arah dapur. Suasana yang masih gelap mengurungkan niatku melihat sumber suara dari dekat. Mengingat besok harus bekerja aku pun mengabaikannya.

Beberapa jam selepas mataku terpejam, aku terhenti dari mimpiku. Perlahan mataku membuka. Belum sempat mataku terbuka penuh, terdengar olehku suara hujan yang masih mengguyur. Rupanya hujan belum juga mereda. Suara angin masih menghiasi langit malam tadi bersama turunnya hujan. Aku rasa tidurku cukup untuk malam ini. Walaupun mataku masih berjuang menahan kantuk yang terus menyerang. Mengingat hujan terus mengguyur berkawan angin, serta masih padamnya saluran listrik. Aku putuskan mengusir rasa kantuk sambil menunggu waktu subuh. Aku pun segera menuju kamar mandi dengan penerangan cahaya HP.

Setelah mengambil wudhu dan menyelesaikan dua rekaat, kuambil HP untuk menyelesaikan tugas membuat resume yang sempat tertunda. Lama aku berbincang dengan  HP dalam bahasa tulis seperti layaknya menulis di buku 'diary', tiba-tiba terdengar suara muadzin mengumandangkan adzan sebagai tanda masuk waktu subuh. Listrik PLN masih padam, namun biasanya saat listrik padam muadzin menghidupkan 'genset'  agar kumandang adzan terdengar seluruh kampung. Aku bergegas menunaikan kewajibanku dengan penerangan seadanya, dari cahaya HP.

Lebih kurang setengah jam setelah kumandang adzan hatiku merasa lega. Listrik sudah menyala kembali. Hujan pun mulai mereda. Ruangan dapur lebih terang dari sebelumnya. Aku mencoba mencari tahu apa yang terjadi semalam. Aku pun kaget melihat beberapa piring berserakan. Salah satunya bahkan terbelah menjadi dua. Tampaknya semalam hewan pengerat beraksi mencari makan seperti biasa sebelum jalannya saya tutup. Saya memang sudah berkali-kali menutup jalan masuk hewan pengerat itu. Aku perhatikan dengan saksama seluruh dinding. Akhirnya kutemukan sebuah lubang kecil seukuran kepala tikus. Agaknya hewan kecil itu telah berjuang dengan sepenuh tenaga  menembus dinding guna mencapai  target yang ia cita-citakan. Aku pun menggelengkan kepala.

Sambil memikirkan kejadian semalam, aku teringat akan isi buku yang aku beli 20 tahun yang lalu. Buku itu aku beli ketika menjadi TKI di Malaysia sebelum menjadi guru di SD. Judulnya 10 Wasiat Imam Syafi'i.

Ada yang menarik pada buku itu. Salah satunya tulisan yang menyebutkan bahwa salah satu dari pesan atau wasiat Imam Syafi'i adalah, "Belajarlah dari musuhmu". Seketika terpikir olehku, "mungkinkah hewan pengerat itu Tuhan kirimkan sebagai sarana tarbiyah untukku?" Betapa beruntungnya aku. Dalam hari-hari belakangan memang aku kerap merasa marah pada hewan itu. Berbagai cara aku coba guna menaklukan hewan itu. Namun hari ini aku merasa bahwa aku tidak ada daya guna menaklukkannya.

Berulang kali aku melanggar fatwa ibuku. Sebenarnya berulang kali ibuku menasihati untuk tidak berlaku kasar kepada hewan itu. Namun aku melanggarnya, walaupun dengan bermuka manis di depan ibuku.

Jika aku perhatikan hewan pengerat itu memang memiliki kelebihan dibanding hewan lainya. Dari perilakunya menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu dari hewan yang memiliki kecerdasan melebihi hewan lainnya. Disamping itu ia memiliki semangat tinggi dalam bekerja menggapai target. Terbukti berulang kali ia membuat jalan baru guna mencapai tempat berisi makanan dan perlindungan.

Kiranya itu yang dapat saya pelajari dari hewan itu. Terlepas dari benar dan salah atau baik dan buruk. Kedua sifat pada hewan yang saya sebutkan, tentunya akan bermanfaat jika kita tiru. Namun tentunya kalaupun kita menirunya untuk hal kebaikan  dan kebenaran, ya. Bukankan kita diperintahkan untuk senantiasa belajar. Belajar dengan siapapun dan kapanpun hingga ajal menjemput.

Demikian yang dapat saya sampaikan kali ini. Cerita dari kejadian nyata dengan sedikit perubahan. Jika ada salah kata mohon dimaafkan kritik dan saran dari para cerdik pandai amat kami harapkan. Wallohu a'lam bishowab.

Banjarnegara, 24 Pebruari 2021, malam hari,  hujan rintik.

Blog penulis: www.ono.my.id

Tantangan menulis lomba blog PGRI hari keduapuluhtiga

Pentingnya Menumbuhkan Kebiasaan Baik Sejak Dini

Oleh: Pono, S.Pd.SD


Pepatah mengatakan, "Jika engkau menghendaki sesuatu dalam satu tahun lagi,  tanamlah padi. Jika engkau menghendaki sesuatu dalam jangka waktu sepuluh tahun, tanamlah pohon. Jika engkau menghendaki sesuatu dalam jangka waktu seratus tahun maka didiklah anakmu".

Dari pepatah di atas tidaklah berlebihan kiranya disebutkan bahwa pendidikan merupakan cara yang tepat guna menyiapkan generasi mendatang. Pendidikan yang dilakukan hari ini berpengaruh pada ratusan tahun yang akan datang. Itulah sebabnya pendidikan harus diperhatikan sampai pada hal sekecil-kecilnya. 

Melentur buluh bermula dari rebungnya

Salah satu cara yang dapat dilakukan guna menerapkan pendidikan pada anak-anak adalah dengan membiasakan hal-hal yang baik sejak anak masih kecil. Dengan membiasakan hal-hal yang baik sejak kecil memungkinkan kelak mereka akan menjadi pribadi yang unggul saat sudah dewasa. Hal-hal kecil yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan yang akan dilakukan meskipun tanpa disuruh.

Pola pendidikan dengan membiasakan perilaku baik pada keseharian sejatinya sudah dilakukan oleh orang tua kita sejak dahulu. Namun belakangan di era globalisasi dampaknya kurang begitu nampak. Tidak ada sesiapa yang patut disalahkan, namun usaha yang baik merupakan tanggung jawab bersama. Langkah terbaik untuk mewujudkannya adalah dengan memulai dari lingkup yang terdekat dengan diri kita serta dari diri sendiri.  

Keteladanan

Hal yang tidak kalah penting dalam menanamkan kebiasaan baik pada anak-anak adalah dengan keteladanan. Hal ini tentunya sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, dimana pada masa kanak-kanak seseorang memiliki sifat suka meniru. Anak-anak cenderung akan meniru apa saja yang ia lihat di sekitarnya  serta apa yang ia dengar dari telinganya.

Beberapa kebiasaan baik mungkin kelihatan sepele dari pandangan kebanyakan orang, namun bagi yang menaruh perhatian serius terhadap pendidikan dan masa depan anak, tentunya tidak akan berani menganggapnya sebagai hal yang remeh-temeh.


Kebiasaan-kebiasaan baik yang perlu ditanamkan pada diri anak-anak antara lain; 

Berkata jujur,

Menjaga kebersihan,  baik kebersihan diri, pakaian maupun lingkungan tempat ia berada,

Menghormati dan mentaati guru dan orang tua,

Mengetuk pintu, atau mengucap salam saat akan memasuki rumah orang lain, sesuaikan dengan budaya serta tradisi daerah setempat

Menghormati orang yang lebih tua,

Mendengarkan orang yang sedang berbicara

Menyapa ketika bertemu orang yang kita kenal di jalan, dalam kondisi tertentu bahkan perlu menyapa orang yang belum kita kenal dengan maksud berkenalan

Mengucapkan permisi atau yang seumpamanya ketika sedang berjalan dan terlewati orang tua atau beberapa orang yang sedang berbicara satu sama lain

Membuang sampah pada tempat yang semestinya

Menyebut nama teman dengan namanya, bukan menyebut teman dengan yang bukan namanya.

Berbicara lembut kepada orang tua, atau orang yang lebih tua atau kepada guru. Baik guru di sekolah maupun di madrasah dan sejenisnya

Memposisikan diri di belakang pada saat berjalan dengan orang tua, kecuali pada kondisi orang tua tersebut yang menghendaki agar anak-anak berjalan di depan, karena tentunya berdasarkan pertimbangan.


Apa yang saya sampaikan di atas adalah hanya sebagian dari kebiasaan yang perlu ditanamkan sejak kecil. Masih banyak hal-baik yang belum tersampaikan di sini. Oleh karena itu masukan dari pembaca dan cerdik pandai amat berguna.




Banjarnegara, 23 Pebruari 2021, sore 

Blog penulis: www.ono.my.id

Tantangan menulis lomba blog PGRI hari keduapuluhdua

 Cara Membuat Blog Gratisan di  blogspot.com

Oleh: Pono, S.Pd.SD




Untuk membuat akun blogger di blogspot.com, yang pertama dilakukan adalah membuka laman blogger.com dengan cara mengetikkan www.blogger.com pada kolom pencarian google. 

Setelah membuka akun blogger, langkah selanjutnya adalah menekan atau  mengeklik tombol  'sign up' atau buat akun. Masukkan alamat Gmail dan password untuk memasukinya. Maka akan diarahkan pada halaman yang berbeda dari sebelumnya. 

Membuat blog

Tulis nama untuk blog yang akan dibuat. Tidak ada ketentuan soal nama untuk blog baru. Kita bisa membuatnya sesuai selera. Nama blog  akan muncul ketika blog kita dibuka untuk dibaca. Setelah nama untuk blog berhasil kita buat, klik tombol berikutnya, menandakan kita diarahkan ke halaman berikutnya.

Pada halaman yang baru tulis alamat blog yang akan kita buat. Perlu diingat dalam menulis alamat blog, yaitu tidak menulis .blogspot.com karena sistem otomatis menambahkannya. Hal berikutnya untuk diperhatikan adalah alamat ditulis menggunakan huruf kecil serta tanpa adanya spasi di dalamnya. Jika ketika menulis alamat muncul tulisan warna merah (warning), berarti alamat tersebut tidak bisa didaftarkan sebagai alamat blog karena sudah ada yang menggunakan. Dalam kasus ini tulis alamat blog yang baru. Jika sudah klik tombol berikutnya, untuk masuk ke halaman berikutnya.

Tulis nama untuk ditampilkan sebagai identitas blogger. Nama blogger juga bebas. Sesuai selera kita. 

Setelah menulis nama blogger selanjutnya tekan atau klik tombol selesai.

Setelah menekan tombol selesai berarti proses membuat blog sudah berhasil.  Selanjutnya kita tinggal mengisi blog yang kita miliki dengan konten-konten yang bermanfaat.

Cara posting di blog

Untuk membuat postingan di blog, kita harus masuk terlebih dahulu ke akun blog yang sudah kita buat. Caranya ketik pada kolom pencarian google www.blogger.com. Setelah itu klik tombol 'Sign in' atau masuk. Maksudnya adalah masuk ke akun kita. Untuk masuk kita perlu menuliskan alamat Gmail yang sebelumnya digunakan untuk membuat blog. Selanjutnya ketik password.

Setelah berhasil masuk ke akun blogger, tekan atau klik postingan baru. Maka akan diarahkan ke lembar yang berisi postingan dan judul postingan. 

Berikutnya tulis judul postingan pada kolom bagian atas. 

Setelah menulis judul postingan, selanjutnya berpindah ke bawah untuk menulis artikel/konten blog pada kolom isi postingan.

Agar postingan menarik, sisipkan gambar pada postingan. Gambar bisa diletakkan di atas , di tengah, atau di bawah.

Setelah menulis artikel dan menyisipkan gambar, selanjutnyu klik tombol kirim.

Setelah menekan tombol kirim maknanya kita telah berhasil membuat postingan. Postingan tersebut akan dapat dilihat siapapun pengguna internet. 

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai cara membuat blog gratis di blogspot.com. Semoga bermanfaat.

Salam, 

Banjarnegara, 22 Pebruari 2021, malam.

 Blog penulis: www.ono.my.id

Tantangan menulis lomba blog PGRI hari keduapuluhsatu

 Pendidikan Karakter melalui Persami

Oleh: Pono, S.Pd.SD




Maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada bangsa itu sendiri. Tuhan tidak merubah nasib suatu bangsa sehingga bangsa  itu merubahnya. Siapa yang berusaha dengan sungguh-sungguh niscaya akan memetik hasilnya. Begitu pula pada lingkup yang lebih luas, masyarakat dan bangsa. Jika bersungguh-sungguh dalam berusaha menjadi lebih baik, InsyaaAlloh karunia Tuhan akan didapatkan. Kalau tidak di dunia maka di akhirat yang selama-lamanya sebagai buah dari usaha hamba-Nya yang ikhlas. Ikhlas menjadi syarat diterima suatu amal.

Bonus demografi

Sudah bukan menjadi rahasia lagi mengenai pendapat para pakar, berdasarkan perhitungan pada 2045 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Ini bermakna pada 2045 akan ada  manusia usia produktif di Indonesia dengan jumlah berlimpah. Hal ini tentunya perlu mendapatkan perhatian serius sejak dini mengingat anak-anak hari ini kelak akan menjadi orang dewasa sekaligus akan menerima tongkat estafet dari generasi sebelumnya. 

Jika dipersiapkan dengan baik, bonus demografi mendatangkan keuntungan berlimpah bagi bangsa. Namun jika tidak dipersiapkan dengan baik bukan hal yang tidak mungkin justru membawa petaka bagi bangsa ini. Sebagai insan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sepatutnya optimis akan hal itu, disamping itu perasaan pasrah kepada Tuhan atas hasil dari usaha yang telah dilakukan. Namun hal yang tak kalah penting adalah mengenai usaha itu sendiri. Usaha semestinya dilakukan dengan sungguh, serta cermat mengingat akibat dari usaha tersebut amat besar di kemudian hari.

Salah satu  usaha yang dapat dilakukan bagi menyiapkan bangsa dalam menghadapi bonus demografi 2045 adalah melalui pendidikan. Pendidikan dilakukan guna menyiapkan siswa menghadapi berbagai kemungkinan serta situasi di masa mendatang.   

Mengingat tantangan di masa depan lebih berat dibanding saat ini, diharapkan siswa lebih cakap, berwawasan luas, terampil, mandiri serta serta mampu menemukan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapinya kelak. Untuk dapat mencapai semua itu tentunya harus memiliki karakter unggul. Sebut saja salah satu karakter yaitu disiplin. Dari disiplin berpengaruh pada pencapaian berbagai karakter yang lain. Begitu pula dengan jiwa yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa akan melahirkan kasih sayang serta rela menolong sesama. Semangat nasionalisme pula membawa kepada mencintai bangsa serta negaranya, serta menolak segala usaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Tentunya pada bidang yang ia tekuni.

Pramuka dan persami

Pentingnya karakter dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta bagi individu itu sendiri dalam mengarungi samudra kehidupan menjadikan pendidikan perlu diberikan sejak dini, ketika anak-anak masih kecil. Pada anak usia SD karakter dapat dibangun melalui pendidikan Pramuka.  Pendidikan Pramuka  sendiri dapat dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun perkemahan Sabtu - Minggu yang sering disebut dengan istilah persami. Di SD persami dapat dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru ataupun awal semester. Kegiatan yang dilakukan pada awal semester ini bermanfaat untuk menyiapkan siswa mengikuti pembelajaran pada hari-hari berikutnya dalam semester tersebut.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf.

Salam,

Banjarnegara, 21 Pebruari 2021, Maghrib.

Tantangan menulis lomba blog PGRI hari keduapuluh

  Ngeblog Semakin Mudah menggunakan HP

Oleh: Pono, S.Pd.SD



Berkembangnya Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini sangat pesat. Bagaikan air bah meluap saat banjir. Banjir meluap ke segala arah. Begitu pula Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tak heran jika sebagian orang tenggelam di dalamnya. Namun sebagian yang lain menganggap teknologi sebagai berkah kehidupan yang harus disyukuri. 

Pesatnya arus teknologi membawa manusia ke era globalisasi semakin cepat.  Mau atau tidak mau, kita telah berada di dalamnya. Derasnya arus globalisasi menggerus tradisi, serta budaya bangsa yang adiluhung sehingga sebagian manusia hanyut dalam pola hidup konsumtif,  hedonis, serta individualis. Bagi yang pandai berenang akan selamat dari derasnya arus. Yang pandai menyelam mampu menemukan mutiara - mutiara hikmah di tengah banjir informasi.

Tujuan pendidikan

Pendidikan bertujuan menyiapkan manusia pada kehidupan yang akan datang, baik nanti, besok, lusa maupun di kelak kemudian hari. Dengan demikian pendidikan harus mampu mengarungi kehidupan guna  menjawab tantangan era globalisasi yang serba digital.

Bukan hanya menyiapkan manusia menghadapi era digital, pendidikan sendiri harus eksis di era global. Itulah sebabnya guru sebagai pendidik terus berusaha memanfaatkan teknologi yang ada untuk keperluan pendidikan. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini tidak terpaku pada pemanfaatan sebagai sarana penyebar informasi semata, namun sebagai sarana kegiatan belajar mengajar itu sendiri. Sebagian menggunakan media sosial untuk keperluan proses belajar mengajar, sebagiannya lagi menggunakan website atau blog.

Guru blogger

Adanya pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran oleh guru serta sarana untuk menyapa siswa maupun masyarakat luas melalui artikel-artikel tulisannya secara intensif, kini muncul istilah baru yaitu "guru blogger". Guru yang tidak hanya menggeluti aktivitas mendidik dan mengajar siswa tetapi juga mengelola blog pribadinya sebagai sumbangsihnya kepada masyarakat luas di tengah membanjirnya informasi dari berbagai belahan dunia.

Jumlah guru blogger kini semakin banyak. Terlebih di masa Pandemi Covid-19 saat aktivitas manusia dibatasi guna memutus mata rantai penyebaran covid-19. Di saat yang sama teknologi informasi dan komunikasi terus berevolusi sehingga menghasilkan produk yang semakin memudahkan manusia dalam berkarya. Dahulu manusia melakukan aktivitas mengelola blog dengan laptop atau PC yang terkoneksi internet. Kini dengan semakin  majunya teknologi informasi dan komunikasi sebagian manusia mengelola blog atau lazim disebut "ngeblog" menggunakan HP. Alasannya tentu lebih mudah atau lebih nyaman karena bisa melakukan aktivitas "ngeblog" di mana pun ia berada.

  

Tantangan menulis lomba blog PGRI hari kesembilanbelas

Menanamkan Wirausaha melalui Pembelajaran Muatan Lokal

Oleh: Pono, S.Pd.SD



"Melentur buluh bermula dari rebungnya", pepatah yang kerap kali didengungkan  menjadi semboyan dunia pendidikan. Mendidik anak-anak dimulai sejak anak-anak masih kecil. Bagaikan batang bambu untuk mengarahkan kemana ia menuju sejak masih kecil. Jika sudah besar akan terasa sulit bagi mengarahkannya, karena ia sudah kaku. Begitu pula dengan anak-anak. Mau seperti apa ia kelak ketika dewasa hendaknya dipersiapkan sejak dini.

Sejak anak-anak menjadi siswa, memasuki institusi pendidikan formal menjadi tanggungjawab guru mendidiknya. Tentunya bukan tanggung jawab guru semata, melainkan semua pihak. Baik orang tua, guru, pemerintah, maupun  masyarakat. Setiap kamu adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.  Guru adalah orang tua bagi siswa ketika berada di sekolah. Begitu pula orang tua adalah guru bagi anak-anaknya ketika mereka berada di lingkungan rumah tempat mereka tinggal.

Setiap orangtua pasti menginginkan anak-anaknya memiliki kemandirian saat ia dewasa kelak. Guru pun menginginkan siswa-siswinya kelak berguna bagi bangsa dan nusa serta mampu hidup mandiri. Salah satu tanda manusia manusia mampu mandiri pada kehidupannya adalah mempunyai jiwa dan semangat wirausaha dalam dirinya.

Memiliki jiwa wirausaha  sememangnya merupakan tujuan pendidikan karena dengannya manusia dapat memecahkan permasalahan dalam hidupnya serta menemukan solusi atas permasalahan yang ia hadapi. Dengannya pula seseorang ikut andil dalam memberikan manfaat bagi banyak orang.

Kurikulum Muatan Lokal DAB sangat menekankan penanaman jiwa dan semangat wirausaha pada siswa sekolah dasar. "Melentur buluh bermula dari rebungnya"'. Untuk mengimplementasikan amanat yang terkandung dalam kurikulum muatan lokal tersebut saya melaksanakan pembelajaran yang menantang bagi siswa, yaitu praktik. Sungguh pun konten yang terkandung dalam mata pelajaran mulok DAB berkenaan dengan pemasaran dawet ayu, namun konten strategi pemasaran bisa diterapkan pada pemasaran produk lainnya.   

Praktik pemasaran di kelas 6 dimulai dengan diskusi kelas. Diskusi membahas target pasar, produk yang hendak dipasarkan, waktu pelaksanaan, serta pembentukan "team work" yang berupa kelompok kecil. Jumlah anggota "team work" 3 - 4 siswa. Mengingat tugas yang akan dilaksanakan tergolong rumit, siswa menentukan sendiri siapa-siapa yang akan menjadi timnya. Dengan alasan tim akan mudah dalam berkoordinasi.

Masing-masing tim menentukan sendiri produk yang akan ia pasarkan dengan ketentuan jenis produk yang termasuk dalam kesepakatan dalam diskusi kelas serta nominalnya/harga produk tidak boleh melebihi ambang batas yang diperbolehkan. Hal ini disesuaikan dengan kekuatan pasar yang notabene siswa siswi SD semua kelas. Praktik pemasaran dilakukan pada jam istirahat secara bergiliran dengan ketentuan hanya 1 tim yang berhak berjualan dalam satu Minggu. 

Pada hari yang sama untuk praktik, tim melaporkan kegiatan pemasaran produknya di depan kelas. Dengan bimbingan guru tim  menganalisis usahanya. Hal-hal yang dilaporkan antara lain: jenis produk yang dijualnya, jumlah produk yang dibeli, harga pembelian, jumlah produk yang dijual serta harga jual. Dari hal-hal tersebut dapat diketahui besar keuntungan serta prosentase keuntungan terhadap pembelian. 


Tantangan menulis lomba blog PGRI hari kedelapanbelas

 Survei ke Tempat Wisata

Oleh: Pono, S.Pd.SD



Agar kegiatan yang dilakukan berjalan lancar memerlukan peeencanaan dan persiapan yang matang. Terlebih kegiatan yang dilakukan melibatkan banyak siswa. Memerlukan kehati-hatian. Tidak ada kegiatan yang bebas resiko walaupun kecil. Guru hendaknya berupaya meminimalkan resiko sampai ke sekecil-kecilnya. Untuk itu guru perlu melakukan berbagai perhitungan sebelum pelaksanaan.

Destinasi

Yang menjadi pertimbangan pertama berkenaan rencana melakukan kegiatan observasi ke Dieng adalah memilih destinasi wisata yang akan dituju. Ini menjadi penting mengingat di kawasan Dieng terdapat banyak sekali destinasi wisata baik yang ada secara alamiah maupun yang merupakan karya manusia. Sebagian merupakan bagian dari wilayah kabupaten Banjarnegara, sebagian yang lain termasuk dalam wilayah administrasi kabupaten Wonosobo.

Berikut akan saya sampaikan nama-nama dari beberapa objek wisata yang ada di Dieng.  Beberapa tempat wisata yang ada di kawasan Dieng antara lain;

Komplek Candi Arjuna

Telaga Warna dan Telaga Pengilon

Kawah Sikidang

Kawah Sileri

Pemandian D-Qiano

Kawah Candradimuka

Telaga Merdada

Telaga Dringo

Sumur Jalatunda

Gunung Prau

Puncak Sikunir

Museum Kailasa.


Mengingat kegiatan yang akan dilakukan terkait dengan sejarah maka memutuskan Komplek Candi Arjuna sebagai destinasi utama. Kemudian setelah selesai mengunjungi Komplek Candi Arjuna menuju ke kawah Sikidang dengan alasan jarak keduanya berdekatan, disamping tiketnya yang memang menjadi satu.

Peserta dan anggaran

Setelah menentukan tempat tujuan, yang dipikirkan berikutnya adalah siswa. Kelas berapa saja  peserta kali ini. Pertimbangan  kelas dianggap penting karena siswa yang relatif masih kecil lebih beresiko mengingat kawasan Dieng merupakan tempat bersuhu dingin. Ia berada pada ketinggian lebih kurang 2000 mdpl , disamping curah hujan yang cukup tinggi.

Setelah menentukan tempat tujuan dan peserta berikutnya menentukan anggaran. Untuk menentukan anggaran mempertimbangkan armada yang akan digunakan, besarnya tiket masuk serta konsumsi.

Agar lebih ekonomis, kita bisa menggunakan armada jenis bak terbuka. Armada jenis ini memang cukup populer di wilayah bagian atas. Selain digunakan untuk angkutan barang juga mengangkut penumpang. Tentunya  setelah melakukan sedikit modifikasi pada bagian bak terbukanya agar relatif lebih aman.

Survei

Destinasi, anggaran serta armada sudah ditentukan. Mengenai waktu yang tepat ada baiknya melihat memperhatikan cuaca serta keamanan di kawasan wisata Dieng. Untuk ini guru perlu melakukan survei ke lokasi, menemui penjaga tempat wisata sebelum pelaksanaan kegiatan untuk memastikan pada saatnya nanti kegiatan dapat berjalan dengan lancar. 

Jika sudah melakukan semua persiapan dengan baik. Makapelakaanaan kegiatan pada hari yang ditentukan dapat berjalan dengan lancar.

Baiklah teman-teman, itu saja yang dapat saya sampaikan pada kegiatan tantangan menulis kari ke - 18. Semoga bermanfaat.

Salam, 

Banjarnegara, 18 Pebruari 2021 , Dzuhur. 





Tantangan menulis lomba blog PGRI hari ketujuhbelas

Observasi ke Dieng

Oleh: Pono, S.Pd.SD


Kurikulum

Sekolah sebagai institusi pendidikan selain  melaksanakan kurikulum nasional juga menerapkan kurikulum muatan lokal, baik muatan lokal daerah provinsi maupun muatan lokal daerah kabupaten.

Untuk mengimplementasikan muatan lokal provisi  sekolah dasar di wilayah kabupaten Banjarnegara membelajarkan  bahasa Jawa kepada siswanya. Sedangkan nama mata pelajaran yang diajarkan di sekolah sebagai wujud  implementasi kurikulum muatan lokal kabupaten adalah Muatan Lokal Dawet Ayu Banjarnegara biasa ditulis dengan istilah Mulok DAB.  

Beberapa materi/konten masuk ke dalam mata pelajaran Muatan Lokal Dawet Ayu Banjarnegara, disamping ketrampilan/kompetensi yang diajarkan secara bertahap. Harapannya setelah mempelajari Muatan Lokal Dawet Ayu Banjarnegara, siswa mempunyai kemampuan mempraktikkan beberapa ketrampilan dasar yang berhubungan dengan dunia entrepreneurship. Misalnya entrepreneurship Dawet Ayu Banjarnegara.


Konten kurikulum Mulok DAB

Walaupun nama yang dipakai Muatan Lokal Dawet Ayu Banjarnegara, namun mata pelajaran tersebut tidak hanya berbicara tentang Dawet Ayu Banjarnegara semata. Banyak hal dipelajari di dalamnya. Nama Dawet Ayu Banjarnegara memang sudah terkenal di seluruh Indonesia. Hampir di seluruh kota besar di Indonesia terdapat penjual Dawet Ayu Banjarnegara.

Namun kali ini saya tidak akan membahas cara membuat Dawet Ayu Banjarnegara, ya. Yang ingin saya ceritakan adalah pengalaman belajar pada mata pelajaran Muatan Lokal Dawet Ayu Banjarnegara.

Mata pelajaran Muatan Lokal Dawet Ayu Banjarnegara selain membahas hal ihwal yang berhubungan dengan  dawet ayu juga berisi sejarah lokal, yakni sejarah kabupaten Banjarnegara, budaya  lokal baik berupa tradisi dan kesenian tradisional maupun karya kerajinan seperti kerajinan batik Gumelem serta potensi daerah. Keterangan lebih lanjut dapat dipelajari pada buku Mulok DAB Sekolah Dasar.

Sungguh pun isi dari mata pelajaran muatan lokal beragam, namun semuanya berhubung erat dengan pariwisata. Wilayah kabupaten Banjarnegara memang syarat dengan potensi wisata. Salah satu potensi wisata yang sangat terkenal dan sering dikunjungi wisatawan mancanegara adalah Dataran Tinggi Dieng yang berada di daerah pegunungan Dieng. Daerah pegunungan Dieng secara administratif menjadi bagian dari beberapa kabupaten namun banyak potensi wisata termasuk dalam wilayah kabupaten Banjarnegara. Sebut saja komplek Candi Arjuna yang indah sering dikaitkan dengan istilah Negeri Atas Awan.

Bangunan candi yang berada di komplek Candi Arjuna merupakan peninggalan sejarah kerajaan Mataram Kuno. Tidak jauh dari komplek Candi Arjuna terdapat kawah Sikidang merupakan fenomena alam yang unik.  

Perencanaan

"Pepatah mengatakan melihat sekali lebih baik dari pada mendengar seribu kali". Belajar mengenali peninggalan sejarah  dan fenomena alam di daerah akan lebih bermakna dengan mengunjungi langsung tempat tersebut. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa pembelajaran Milik DAB dilaksanakan dengan melakukan kegiatan observasi atau pengamatan objek secara langsung ke  dataran tinggi Dieng.

Untuk melakukan kegiatan observasi memerlukan perencanaan serta persiapan-persiapan. Jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan guru membuat perencanaan dan perhitungan-perhitungan, antara lain; 

Waktu pelaksanaan

Menghitung biaya

Menggunakan armada jenis apa

Mengunjungi objek apa saja

Acara atau kegiatan apa saja.


Persiapan

Setelah melakukan perencanaan matang selanjutnya melakukan persiapan-persiapan, diantaranya;

Melakukan survei ke lokasi sebelum pelaksanaan,

Menyiapkan armada

Mengumpulkan dana

Menyiapkan perbekalan

Menyiapkan Lembar Kerja Siswa.


Setelah selesai melakukan persiapan.  Waktu pelaksanaan sudah tiba. Pagi hari setelah siswa berkumpul di sekolah  guru melakukan pembekalan kepada siswa, yaitu; 

Siswa harus melakukan apa saja saat berada di tempat tujuan 

Kapan saatnya berkumpul untuk makan

Jam berapa siswa menuju armada untuk pulang ke rumah.

Bagaimana saat di perjalanan.


Pelaksanaan

Setelah semuanya siap memulai perjalanan menggunakan armada sesuai kesepakatan. Sesampai di tempat tujuan, siswa berkumpul dan berbaris guna memudahkan mendapat tiket masuk. Sebaik saja berada di dalam lokasi wisata, siswa membentuk kelompok-kelompok kecil dan menerima LKS sebagai panduan dalam bekerja. Siswa melakukan observasi bersama kelompoknya serta mencatatnya pada LKS. Saat waktu makan tiba, semua peserta baik siswa maupun guru berkumpul pada satu tempat untuk makan bersama. Kemudian melanjutkan kegiatan pada objek berikutnya. 

Selesai melakukan kegiatan pada waktu yang sudah ditentukan, siswa menuju armada guna persiapan melakukan perjalanan pulang. Minggu berikutnya pada jam pembelajaran untuk mata pelajaran yang sama guru dan siswa membahas LKS dan pengalaman melakukan kegiatan observasi di dataran tinggi Dieng.

Demikian yang dapat saya ceritakan hari ini guna menyambut tantangan menulis setiap hari di bulan Pebruari. Semoga bisa Istiqomah menulis setiap hari hingga 28 Pebruari 2021. Terima kasih kepada teman-teman  yang telah membaca dari awal sampai akhir.

Salam, 


Banjarnegara, 17 Pebruari 2021 malam.

Tantangan menulis lomba blog PGRI hari keenambelas

 Soal Online Google Form

Oleh: Pono, S.Pd.SD




Pada setiap kegiatan pembelajaran di kelas, guru melakukan penilaian. Penilaian dimaksudkan mengukur ketercapaian target kemampuan siswa yang diharapkan pada  pembelajaran. Jika didapati hasil penilaian pembelajaran sudah sesuai target yang ditetapkan, pembelajaran  dinyatakan berhasil. Sebaliknya jika hasil penilaian pembelajaran belum sesuai target yang ditetapkan, pembelajaran dinyatakan belum berhasil.

Penilaian bisa dilakukan guru ke siswa, kelas atau pembelajaran itu sendiri. Penilaian ke siswa bisa dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa saat pembelajaran atau setelah mengikuti pembelajaran. Penilaian terhadap kelas untuk mengetahui kemampuan siswa secara umum setelah mengikuti pembelajaran. Sedangkan penilaian ke pembelajaran untuk mengetahui proses tindakan yang dilakukan guru di dalam kelasnya.

Pada kegiatan pembelajaran menggunakan blog bisa menerapkan penilaian dengan soal tertulis langsung pada halaman blog, namun bisa juga dengan menggunakan google form. Penilaian dengan soal tertulis langsung di blog, siswa mengerjakannya secara mandiri kemudian mengirimkan jawaban ke guru melalui aplikasi Whatsapp atau melalui email. Penilaian dengan menggunakan google form memungkinkan siswa langsung mengetahui nilai atas hasil pekerjaannya dalam mengerjakan soal latihan. Pada penilaian menggunakan google form, yang tercantum di blog hanyalah tautan atau link menuju lampiran google form. Soal secara keseluruhan berada pada lampiran google form.

Pada penilaian dengan soal tertulis langsung di blog dan siswa mengirimkan jawaban melalui email, guru memastikan bahwa semua siswa mengerti cara mengirim pesan ke alamat email. Sedangkan mengenai mengirim jawaban melalui aplikasi Whatsapp, pada umumnya siswa dapat melakukannya tanpa memerlukan bimbingan khusus. Mengenai mengirim pesan ke alamat email sudah saya tulis pada postingan terdahulu.

Pada kegiatan pembelajaran menggunakan blog, bentuk soal penilaian bisa berupa pilihan ganda, jawab singkat, maupun uraian. Bentuk soal pilihan ganda memungkinkan guru mengoreksi dengan cepat. Pada bentuk  soal pilihan ganda siswa memilih salah satu dari beberapa alternatif jawaban yang tersedia. Siswa membaca dan memahami soal dengan saksama selanjutnya memilih salah satu dari beberapa alternatif jawaban yang tersedia.

Pada bentuk soal jawab singkat, siswa setelah memahami soal selanjutnya menentukan jawaban terhadap soal yang diberikan. Sedangkan pada penilaian pembelajaran menggunakan bentuk soal uraian, siswa harus betul-betul memahami soal yang diberikan.


Tantangan menulis lomba blog PGRI hari kelimabelas

 Modifikasi Pembelajaran

Oleh: Pono, S.Pd.SD



Modifikasi secara sederhana berarti merubah. Dalam kaitannya dengan pembelajaran, modifikasi mempunyai maksud merubah aktivitas pembelajaran yang sudah ada atau yang sudah pernah terjadi. Kali ini saya akan lebih mengkhususkan pada merubah aktivitas pembelajaran menggunakan blog. 

Tujuan dari modifikasi pembelajaran adalah guna menyesuaikan aktivitas pembelajaran dengan situasi yang berbeda dengan sebelumnya. Kita semua paham,  sebelum pandemi covid-19 siswa-siswi berangkat ke sekolah untuk belajar setiap hari. Guru mencatat nama siswa atau siswi yang tidak berangkat hari itu. Memeriksa jumlah ketidakhadiran siswa serta mengidentifikasi penyebab ketidakhadiran tersebut.

Sekarang situasi berbeda. Dengan alasan menjaga kesehatan dan keselamatan  siswa-siswi tidak berangkat ke sekolah, untuk memutus mata rantai penularan covid-19. Baik siswa SD, SMP maupun SMA dan yang sederajat dengannya melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan cara Belajar Dari Rumah (BDR).

Situasi hari ini yang tidak lagi sama, menjadikan perlu merubah  pembelajaran walaupun media   yang digunakan masih tetap yaitu blog. Pada postingan sebelumnya berkenaan dengan pembelajaran dengan blog saya sebutkan alat-alat yang digunakan antara lain;

Tablet

Jaringan internet ruangan

Laptop guru

Proyektor 

Layar proyektor.


Pada pertemuan terdahulu mengingat guru dan siswa berada di satu tepat, pembelajaran dilaksanakan menggunakan fasilitas internet ruangan atau wi-fi, namun sekarang karena guru dan siswa tidak berada di satu tempat tidak lagi bisa menggunakan layanan internet ruangan yang ada di sekolah. Untuk mengakses blog guru maupun siswa menggunakan layanan internet secara mandiri.

Selain jaringan internet yang perlu dirubah adalah alat yang digunakan untuk mengakses blog. Kalau dulu sewaktu pembelajaran di sekolah menggunakan tablet, sedangkan sekarang karena anak-anak  berada di rumah menggunakan fasilitas ponsel pribadi secara mandiri.

Sewaktu di sekolah guru dalam memberi penjelasan kepada siswa menggunakan alat bantu proyektor dan layar proyektor. Akan tetapi karena siswa-siswi tidak berada pada satu tempat maka penjelasan mengenai teknis pembelajaran menggunakan Group WA .

Penggunaan laptop masih bisa dilakukan oleh guru. Laptop bisa digunakan untuk menulis naskah materi pembelajaran.

Demikian yang saya sampaikan hari ini semoga bermanfaat.

Salam,

Banjarnegara 15 Pebruari 2021 

Tantangan menulis lomba blog PGRI hari keempatbelas

 Video Presentasi

Oleh: Pono, S.Pd.SD


PJJ

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai presentasi yang  direkam dalam bentuk video kemudian mengunggahnya ke blog. Tulisan saya kali ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya, yaitu membuat postingan di blog yang membahas  mengenai cara memosting tulisan atau gambar di blog. Walaupun belum terlalu detail. 

Baik memosting tulisan maupun video di blog merupakan rentetan kegiatan pembelajaran menggunakan blog yang saya lakukan di kelas 6 sebelum masa Pandemi Covid-19. Pembelajaran  yang saya maksud masih tetap menggunakan kurikulum 2013, dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sesuai ketentuan dalam kurikulum. Guru hanya berinovasi dalam merubah pengalaman belajar atau model pembelajaran di kelas.

Mengingat sekarang kita masih dalam situasi Pandemi Covid-19, dimana ada pembatasan aktivitas yang dulunya biasa dilakukan, guru-guru banyak yang berusaha mencari solusi terhadap situasi yang ada. Untuk menyikapi situasi seperti sekarang ini banyak yang menganggap PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh merupakan solusi terbaik bagi dunia pendidikan. Hal ini tentunya mudah dipahami mengingat PJJ memungkinkan anak-anak belajar mandiri di rumah tanpa melakukan aktivitas yang melanggar protokol kesehatan. 

Kita memahami bahwa PJJ dapat dilakukan secara daring maupun luring, atau kombinasi antara keduanya. Mengenai pembelajaran model daring, guru bisa menggunakan media sosial maupun blog. Sungguh pun pembelajaran menggunakan blog yang pernah saya lakukan sebelum masa Pandemi Covid-19 bukan  merupakan PJJ karena dilakukan di ruang kelas, namun pembelajaran menggunakan blog juga bisa diterapkan di masa Pandemi Covid-19 sebagai PJJ. Akan tetapi  guru tentunya harus  memodifikasinya terlebih dahulu. 

Baiklah kali ini kita kembali membahas pembelajaran dengan blog sebelum Pandemi Covid-19 yang merupakan true story atau pengalaman langsung. Setelah memahami pengalaman belajar tersebut tinggal melakukan modifikasi secara mandiri.

Mengerjakan tugas kelompok

Kegiatan belajar kelompok merupakan aktivitas yang menarik bagi anak-anak. Hal ini karena aktivitas tersebut sesuai dengan masa perkembangan anak usia sekolah dasar, yaitu suka berkelompok. Sebelum memberikan  tugas kelompok guru sebaiknya membantu anak-anak dalam membentuk kelompok ya. Mengapa demikian? Alasannya anak-anak cenderung memilih dengan siapa dia berkelompok. Dengan adanya keterlibatan guru dalam membentuk kelompok dapat menghasilkan kelompok-kelompok kecil yang sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan. Sebenarnya ini tidak mutlak, karena untuk tugas-tugas tertentu justru lebih baik menggunakan tipe kelompok yang dibuat sendiri oleh anak-anak. Kelompok yang dibentuk sendiri oleh anak-anak cenderung memiliki ikatan emosi yang kuat  sehingga cocok untuk tugas-tugas tertentu.

Presentasi

Setelah berkolaborasi dalam melakukan tugas kelompok anak-anak melakukan presentasi yaitu memaparkan hasil karya kelompoknya. Biasanya presentasi dilakukan di depan kelas atau di depan kelompok lain sehingga kelompok yang sudah siap melakukan presentasi harus menunggu kelompok lain atau semua kelompok menyelesaikan tugas, agar ada yang mendengarkan paparan hasil kerja kelompok. Dalam situasi menunggu terkadang anak-anak kurang bisa bersifat kondusif, sehingga memungkinkan terjadinya suasana gaduh yang justru memperlambat kelompok lain untuk menyelesaikan tugas kelompoknya.

Dalam pembelajaran menggunakan blog, kelompok yang sudah selesai melaksanakan tugasnya tidak harus menunggu kelompok lain selesai. Kelompok yang sudah menyelesaikan tugas kelompoknya bisa langsung melakukan presentasi. Anak-anak boleh melakukan  presentasi di tempat yang mereka sukai. Pada tiap-tiap kelompok satu anak betugas sebagai presenter, satu anak menjadi kameraman, sedangkan satu anak yang lain menjadi pembantu umum. Sehingga lengkap sudah tugas bagi tiap-tiap anggota kelompok. 

Presenter memaparkan hasil karya kelompoknya di depan kamera tablet yang dioperasikan oleh salah satu anggota kelompoknya. Kameraman merekam paparan presenter dalam format video kemudian mengeditnya. Mengapa mengedit. Tentunya untuk menghasilkan tampilan video yang lebih baik, namun tidak merubah isi pokok yang disampaikan. Pembantu umum bisa bertugas menemukan lokasi yang sesuai untuk presentasi, serta mengatur posisi dan jarak presenter dengan kameraman. Hal ini bertujuan mendapatkan background yang lebih bagus serta pencahayaan yang lebih menarik.

Mengunggah video

Setelah melakukan presentasi serta mengedit video langkah selanjutnya adalah mengunggah video ke blog. Satu kelompok cukup mengunggah satu video presentasi terbaiknya menggunakan satu tablet, meskipun tablet tersedia untuk sejumlah murid kelas 6. Pada postingan yang merupakan hasil karya kelompok disertakan nama-nama anggota kelompoknya, bilamana perlu disertakan foto semua anggota kelompoknya. Bagaimana teman-teman, menarik bukan. Dengan model pembelajaran seperti ini pastilah anak-anak akan merasa senang. Kecuali ada kondisi tertentu yang sifatnya pengecualian dari keadaan umum.

Komentar

Biasanya dalam presentasi ada waktu dimana audien atau pendengar dipersilakan bertanya atau mengomentari paparan kelompok lain. Pada pembelajaran seperti ini, setelah video diunggah anak-anak dari kelompok lain bisa bertanya atau mengomentari paparan dari kelompok lain. Caranya dengan menulis pertanyaan pada kolom komentar di bawah postingan. Dalam hal ini guru sebagai admin memastikan bahwa orang lain boleh mengakses kolom komentar untuk menulis di kolom tersebut. Namun teman-teman tidak perlu khawatir, biasanya pada blog yang baru dibuat menggunakan template yang memungkinkan orang lain dapat menulis komentar pada postingan di blog tersebut.

Mengenai komentar dan pertanyaan dari anak-anak dari kelompok lain, anggota kelompok presenter bisa membalas komentar ataupun menjawab pertanyaan dari kelompok lain tersebut. Bagaimana, mudah bukan? Silakan teman-teman pembaca mempraktikannya dengan kelas yang teman-teman kelola.

Salam,

Banjarnegara, 14 Pebruari 2021 sore hari