Modul

 Resume Materi

DIKLAT ANGKATAN III PENULISAN MODUL  DAN BUKU AJAR 

4 Desember 2020


https://www.pustaka.ut.ac.id/lib/pbis4319-translation-edisi-2


Definisi 


Modul adalah kumpulan bahan ajar yang disusun lengkap secara sistematis dengan tes/uji indikator kemampuan siswa/mahasiswa yang menyerap bahan pelajaran.

Modul adalah bahan ajar yang digunakan secaramandiri tanpa guru/tutor/dosen. Modul berisi uraian ringkas atas suatu bahasan (kegiatan pembelajaran) dalam tertentu (Trimansyah, 2018).

Modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis, didalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yang terencana dan didesain untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik. Modul minimal memuat tujuan pembelajaran, materi/substansi belajar, dan evaluasi (Rahdiyanta, n.d.)

Modul adalah paket pengajaran yang sifatnya self instructional, materi yang bisa dipahami secara mandiri tanpa dipandu oleh pengajar (Bi, 2019).


Tujuan Penggunaan Modul


1. Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal.

2. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera peserta didik dan pendidik.

3. Meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi peserta didik atau peserta diklat;

4. Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya,

5. Memungkinkan peserta didik belajar mandiri sesuai  kemampuan dan minatnya.

6. Memungkinkan peserta didik dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.

(Depdiknas 2009)


Prinsip Pengembangan Modul

• Goal oriented - berorientasi pada tujuan/kompetensi

• Self-instruction - pembelajaran mandiri

• Continuous progress - maju berkelanjutan

• Self-contained - penataan materi secara modular yang utuh dan lengkap

• Cross referencing - rujuk silang antar modul  dalam mata latihan

• Self-evaluation - penilaian belajar mandiri

(Hernawan, n.d.)


Bahasa Modul

• Menggunakan bahasa yang baik  dan benar

• Mudah dicerna dan enak dibaca

• Menarik dan merangsang rasa ingin tahu

• Urutan sajian yang logis

• Sapaan menggunakan kata Saya, Anda, Kita

(Hernawan, n.d.)


Jenis Modul

  • Modul cetak
  • Modul multimedia
  • Modul on line
Anatomi Modul
Cover / Sampul
Bagian sampul (cover) depan didesain dengan cara: 
1) mengombinasikan warna, 
2) menggunakan gambar (ilustrasi) yang menarik dan cocok, 
3) memakai bentuk dan ukuran huruf yang serasi.
Cantumkan label kode modul, bidang/program studi keahlian dan kompetensi keahlian, judul modul, gambar ilustrasi (mewakili kegiatan yang dilaksanakan pada  pembahasan modul), tulisan lembaga tahun modul disusun.
Tata letak sampul harus standar.
Gunakan aplikasi desain sampun secara online, diantaranya https://www.canva.com/id_id/membuat/cover-buku/

Front Matter

Halaman judul penuh (Full title)
Ditulis lengkap nama penulis, judul buku, dan nama penerbit.

Halaman hak cipta/keterangan penerbitan (Imprint)/Halaman Francis
Judul, penulis, pernyataan hak cipta, pelaku  perbukuan, cetakan/edisi, ISBN, penerbit dan  alamatnya.

Kata Pengantar
Berasal dari penerbit atau orang lain yang bukan penulis.

Prakata
Berasal dari penulis dengan menyebutkan tujuan penulisan buku, untuk siapa buku ditulis (pembaca sasaran), dan keunggulan buku.

Daftar Isi
Dapat diikuti dengan daftar gambar dan daftar tabel jika diperlukan.



Text Matter

Pendahuluan
Latar belakang, Tujuan, Peta Kompetensi, Ruang Lingkup, Saran Cara Penggunaan Modul

Kegiatan Pembelajaran 1
Tujuan, Indikator Pencapaian Kompetensi, Uraian Materi, Aktivitas Pembelajaran, Latihan/Kasus/Tugas, Rangkuman, Umpan Balik danTindak Lanjut, Kunci
Jawaban

Kegiatan Pembelajaran n
(sama dengan kegiatan pembelajaran 1)


Back Matter

Penutup
Kata-kata penutup yang mengandung simpulan dan saran.

Daftar Pustaka (Bibliography)
Berisi sumber-sumber bacaan, baik yang dirujuk di dalam teks atau tidak dirujuk langsung karena hanya sebagai bacaan


Contoh Kerangka Modul

MODUL 1 : HAKIKAT BAHASA
Kegiatan Belajar 1:
Hakikat, Sifat, dan Fungsi Bahasa
Latihan
Rangkuman 
Tes Formatif 1

Kegiatan Belajar 2:
Ketrampilan Berbahasa Indonesia
Latihan 
Rangkuman
Tes Formatif 2

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF
GLOSARIUM
DAFTAR PUSTAKA


MODUL 2 : SEJARAH PERKEMBNGAN BAHASA INDONESIA

Kegiatan Belajar 1:
Kronologis Perkembangan Bahasa Indonesia
Latihan
Rangkuman
Tes Formatif  1

Kegiatan Belajar 2:
Keduduukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Latihan
Rangkuman
Tes Formatif 2
Sumber:
https://www.pustaka.ut.ac.id/lib/mkdu4110-bahasaindonesia/#tab-id-1




















Resume 16 Pelatihan Belajar Menulis (7 Desember 2020)

 Resume 16

Pelatihan Belajar Menulis (7Desember 2020)

Oleh : Pono






Narasumber: Bapak Khamdan Muhaimin, S.Pd. Gr.

Moderator : Ibu Aam Nurhasanah 


Mula-mula narasumber mengucapkan salam dan menyapa peserta. Selanjutnya moderator memperkenalkan narasumber.

Moderator mengajak peserta sebelum memulai perkuliahan. Selanjutnya moderator mempersilakan narasumber memasuki kelas.

Narasumber mengucapkan salam dan menyapa peserta.

Narasumber kali ini akan berbagi pengalaman mengajar di daerah terpencil.

Beliau adalah Khamdan Muhaimin, S.Pd, Gr. Beliau bertugas di SMPN 5 Sambi Rampas Kab. Manggarai Timur, Provinsi NTT. Tetapi  asli Banjarnegara, Jawa Tengah.

Narasumber bertugas di daerah 3t (terdepan, terluar dan tertinggal). Beliau bercerita sedikit tentang kondisi di tempat tigas. Di tempat beliau bertugas tidak ada Listrik. Air susah. Mata pencaharian orang tua berkebun yang hasil panennya satu tahun satu kali. Untuk menuju ibu kota kabupaten membutuhkan waktu 4 jam. Tapi semua itu beliau nikmati karena dengan menikmati dan mensyukuri proses kehidupan ini semua terasa ringan. Bertugas di daerah terpencil sejak tahun 2015 sampai sekarang.




Beliau menceritakan bahwa beliau mulai menulis tahun 2016. Menulis tentang berbagai  tantangan dan solusi menjadi pendidik di daerah 3t. Pertama kali menulis langsung mengantarkan beliau menjadi finalis (10 ) besar kegiatan Simposium GTK 2016 di Jakarta yang diselenggarakan oleh Kemdikbud RI.

Narasumber menceritakan bahwa beliau menulis karena ingin Pendidikan di daerah khusus atau daerah terpencil yang masih serba kekurangan dari berbagai akses dapat diperhatikan oleh pemerintah. Dan beliau berharap dengan menulis tentang perjalanan atau tantangan bertugas di daerah 3t dapat memotivasi para guru-guru yang berjuang di garis depan daerah terpencil. Supaya para pendidik semangat  berinovasi dan  menginspirasi walaupun di daerah terpencil.


Prestasi terakhir dari narasumber kemarin di nobatkan menjadi Guru SMP Inspiratif Tingkat Nasional 2020 yang diselenggarakkan oleh Dirjen GTK Kemdikbud di Hotel Serpong, Tangsel. Beliau berharap semoga berikutnya Bapak/Ibu  peserta kelas belajar menulis  akan mendapatkan apresiasi. aamiin






Beliau mengatakan bahwa apa yang beliau sampaikan sedikit dari apa yang beliau lakukan. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa  beliau  meyakini banyak guru-guru hebat yang terus berjuang demi kemajuan Pendidikan di Indonesia khususnya di daerah 3t. 

-----------

Hal yang mendasari/motivasi narasumber sehingga mau menjadi guru di daerah 3t adalah karena beliau mempunyai jiwa perantau yang tinggi. Beliau mengikuti program SM3T yang di selenggarakan oleh kemdikbud RI.

Beliau mengaku merasa puas  dan lega jika bisa membantu siswa/warga yg betul-betul membutuhkan layanan pendidikan.

Ketika ditanya mengenai bagaimana  agar tetap bisa menghasilkan sebuah tulisan yang berkualitas dengan keterbatasan yang ada serta fasilitas yang tidak mendukung. Beliau menjawab; "Selama ada niat dan kemauan yg kuat tidak mudah menyerah pasti ada jalan untuk tetap menulis berkualitas."

Yang membuat narasumber semangat dalam mengabdi adalah karena beliau sudah terbiasa merantau.  Dan mengabdi di daerah 3t, merupakan bentuk kecintaan beliau terhadap NKRI. Karena telah disumpah siap ditempatkan diseluruh wilayah NKRI dan pengabdian yang tulus akan di balas oleh Tuhan.

Narasumber juga melakukan berbagai kegiatan di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan didaerah 3t. Salah satu contoh adalah membuat rumah belajar di rumah. Karena anak-anak seusai sekolah, langsung ke kebun. Pulang malam terus tidur. Sehingga tidak ada waktu untuk blajar. Maka beliau mendirikan rumah belajar. Agar anak-anak dapat belajar dengan membaca buku, les matematika, akses internet gratis, latihan laptop dll.

Selain itu beliau menjadi relawan pendidikan di daerah 3t, membagikan buku tulis, buku bacaan, flasdisk pembelajaran, seragam sekolah.

Di masa pandemi ini anak-anak dan masyarakat tidak bisa mencuci tangan.  Hal ini dikarenakan sulitnya akses air. Beliau pun membuat 4 bak penampung air dan 2 sumber mata air. Adapun donatur berasal dari teman-teman di Jawa. 

Kisah mengenai asal mula mendirikan rumah belajar adalah setelah beliau datang ke tempat tugas, melihat kondisi anak-anak yg tidak pernah belajar. Tidak bisa mengoperasikan laptop. Tidak bisa mengakses internet. Sehingga membuat terenyuh. "Apa kita saja (permisi) orang yang berada diperkotaan yang bisa maju." Maka beliau membuat rumah belajar sebagai rumah kedua untuk anak-anak bermain dan belajar. Karena mereka membutuhkan itu di masanya bukan untuk bekerja. Pelan-pelan membuat proposal pengajuan buku bacaan, buku tulis, alat permainan dll. Alhamdulillah terjawab. Tetapi jika ada kriman buku beliau harus mengambil 6 jam perjalanan pp ke kantor pos.

Saran beliau kepada guru-guru di wilayah 3T adalah jika mereka ingin pindah ke kota, lihatlah wajah anak-anak yang masih membutuhkan. Dan pemerintah daerah juga harus membuat regulasi supaya ada batas minimal mengabdi di daerah 3t.

Di daerah 3T itu banyak sekali tantangan yg harus dihadapi. Tidak hanya di lingkungan sekolah, di lingkungan masyarkat memerlukan kepekaan  kita terhadap masalah yg dihadapi masyarkat. Kalau kita bisa membantu maka bantulah. Orang-orang di daerah 3t harus mempunyai, effort yg kuat, solutif dan tidak mudah menyerah.

Mengenai potensi dan kendala di daerah 3T 

Potensi yang dapat di gali adalah sumber daya manusianya. Sebenarnya mereka bisa dan ada juga yang mempunyai kemauan tinggi untuk belajar. Tetapi kendala berbagai akses yang menghambat. 

Sebagai contoh, beliau pernah berkunjung ke suatu kampung. di situ tidak ada sarjananya. Karena apa, karena mereka sulit untuk mengakses kemudahan-kemudahan dalam pendidikan. Mereka sibuk memikirkan bagimana bisa bertahan hidup. Tugas kitalah memberikan pencerahan tentang pendidikan supaya mereka menjadi manusia yang berkualitas. 

Kendala beliau hadapi dengan effort yang kuat, jangan mudah menyerah. Kalau ada 1 cara  belum berhasil, masih ada 1000 cara untuk menyelesaikannya.



Resume 15 Pelatihan Belajar Menulis (4 Desember 2020)

 Resume 15

Pelatihan Belajar Menulis (4 Desember 2020)

Oleh : Pono



Narasumber: Bapak Dede Suryana, S.Pd., M

Moderator : Ibu Aam Nurhasanah


Mula-mula moderator mengucapkan salam dan memohon izin mengunci grup.

Selanjutnya moderator memperkenalkan narasumber.

Moderator mempersilakan narasumber memasuki kelas.

Narasumber menyapa peserta dan menyampaikan tema perkuliahan.

Tema perkuliahan kali ini adalah,


*MENULIS DENGAN HATI BERUJUNG PRESTASI*

 Menurut narasumber tema terkait teknis menulis yg baik mungkin sudah dikumpas tuntas oleh narasumber sebelumnya.Knapa

Narasumber adalah penerima anugrah *GURU INSPIRASI TINGKAT NASIONAL* Yg diselenggarakan oleh dirjen GTK Kemdikbud RI, 

Narasumber mengatakan bahwa Omjay adalah salah satu guru beliau. Beliau sempat beberapa kali bertemu Omjay pada kegiatan yang sama, dan belajar dari pengalaman Omjay.

-----------

Inklusif adalah merupqkan filosofi pendidikan, bukan lembaga.

Inklusif adalah sistem pendidikan yang mengakomodir seluruh peserta didik baik yg reguler atau pun ABK tanpa diskrininasi.

Adapun prosedurnya adalah sekolah mulai membuat proposal ditunjukan kepada dinas kota/kabupaten. Lalu dinas kota akan memverifikasi ke sekolah. Setelah itu dinas kota meneruskan ke dinas provinsi. Nah dinas provinsi yg akan mengeluarkan surat keputusan sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.

Teknis menulis tidak jauh berbeda dengan tulisan pada umumnya. Terkait dengan hati narasumber menulis apa adanya tanpa berfikir secara material. Intinya harapan narasumber tulisan bisa menginspirasi buat guru muda baik yg PNS ataupun honorer. Yang penting tujuan penulisan kita adalah untuk kebaikan. Dengan tulisan itu,  bonus bagi narasumber yg pertama juara inobel ke 2 TK nasional dan sekarang mendapat apresiasi guru inspiratif.

Persiapan untuk mengikuti lomba

Untuk mengikuti lomba tidak ada persiapan khusus. Narasumber mendapat informasinya juga sangat singkat. Untuk inobel dipaksa oleh pengawas supaya ikut lomba. Karena pada waktu itu disamping mengajar juga sebagai operator sekolah. Lumayan sibuk jadi tidak sempat untuk berfikir ke lomba tersebut. Tapi atas izin Allah, bismillah mengikuti lomba karena keterpaksaan menghargai penunjukan pengawas dan kepala sekolah. Seiring berjalan waktu narasumber bikin naskah dengan judul *PEMBERDAYAAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PDBK DALAM SETING INKLUSIF* Narasumber mengikuti lomba jenjang sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusif. Setelah selesai, meng-upload karena lombanya tidak berjenjang. Langsung ke pusat. Sudah tidak berfikir apa-apa ternyata sudah rejeki, satu Minggu kemudian narasumber dikasih tahu oleh pengawas masuk babak berikutnya yaitu workshop di Surabaya. Bahagia bercampur sedih... Mau berangkat kesana bingung untuk biaya transportasi... Tapi Allah membuka jalan masih ingat dalam pikiran, ada salah satu kepala sekolah yg menyuruh membuatkan sesuatu... Alhamdulillah berbekal 200 rb, berangkat ke Surabaya dengan mengendarai KA. Di Surabaya 4 hari dengan bekal 200 rb. Alhamdulillah... Akhirnya...  selesai. Selang seminggu ada info masuk ke grand final .... Sama pada saat itu keterbatasan finansial. Allah mengetuk pintu seorang guru sebut saja namanya adalah Neng Sepniwati. Beliau  yg menghandle okomodasi dari berangkat sampai pulang. Ternyata dengan doa dan berserah diri kepada Allah, Allah memberi jalan, *bukan Abah yang kerja keras atau hebat tapi Allah lah memberi jalan kemudahan kepada abah*

Begitu pula dengan apresiasi guru inspirasi juga apa adanya. Satu Minggu waktunya. Terakhir dapat info masuk 20 besar dari pendaftar 841, info dari seorang guru inobel memberi tahu, sore hari kalau tidak salah jam 3, ppt harus masuk pukul 6 sore, sedangkan jam 3 masih di sekolah, sedang ada rapat pendampingan dengan pengawas, tapi santai saja dan punya keyakinan kalau sudah rejeki pasti bisa... Alhamdulillah jam 6 kurang 5 menit sudah bisa meng-upload...

Dan dapat giliran besoknya untuk presentasi...

------------------

Selanjutnya narasumber memberikan kalimat motivasi kepada peserta.



























Resume 14 Pelatihan Belajar Menulis (2 Desember 2020)

 Resume 14

Pelatihan Belajar Menulis (2 Desember 2020)

Oleh: Pono



Narasumber : Ibu Umi Rosidah, M.Pd.I

Moderator : Ibu Aam Nurhasanah


Moderator mengucapkan salam , menyapa pseserta, mendoakan kesembuhan Om Jay,  selanjutnya memohon izin mengunci grup agar kuliah berjalan dengan lancar.

Moderator memperkenalkan narasumber. 

Curriculum Vitae 



Nama : Umi Rosidah, M.Pd.I.

NIP         : 198206042009012005

Pangkat/Gol : Penata Tk.1 / IIId

Unit Kerja : SMP Negeri 2 Kepung

Prestasi

Wisudawan Terbaik Pascasarjana Sekoah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri Tahun 2013

Penulis Tesis Terbaik Ke-2 Pascasarjana Sekoah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri Tahun 2013

Juara Harapan 3 Lomba Guru PAI Berprestasi Tk. Provinsi jawa Timur Tahun 2014

Juara 3 Lomba Guru PAI Berprestasi Tk. Provinsi jawa Timur Tahun 2015

Juara 1 Lomba INOBEL (Inovasi Pembelajaran) Tingkat Nasional Tahun 2017

Short Course Jepang 2018

Juara 2 guru Berprestasi Tingka Kab. Kediri 2019

Juara Apresiasi Guru Inspiratif Kemendikbud 2020


Moderator mempersilakan narasumber memasuki kelas.

Narasumber mengucapkan salam, menyapa peserta. Selanjutnya memperkenalkan diri.

Materi malam ini adalah mengenai Bagaimana Menjadi Guru Inovatif dan Inspiratif.


Narasumber memotivasi peserta.


Guru adalah teladan, jika guru belajar peserta didiknya juga akan terus belajar, jika guru berhenti belajar maka peserta didiknya juga tidak akan pernah berkembang.


*Modal Utama Mencapai Prestasi adalah MIMPI dan IMPLEMENTASI*
agar mimpi tidak hanya menjadi sekedar mimpi maka harus ada tindakan yang aktual yang benar-benar kita lakukan dan kita laksanakan.


Narasumber mengatakan; "kenapa saya berbicara seperti itu, karena saya merasa dari semua yang telah saya capai, itu semua karena siswa saya. Karena tugas utama kita mengajar, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu memberikan layanan yang terbaik untuk peserta didik kita, dan pada akhirnya Allah akan membukakan jalan terbaik untuk kita."

Lebih lanjut beliau mengatakan, "Jangan berkarya karena kita ingin menang, karena jika kita tidak menang kita akan kecewa dan berhenti berkarya. Maka berkaryalah untuk peserta didik kita, sehingga kita akan terus berkarya karena mendidik adalah bagian dari hidup kita."




Bagaimana meningkatkan literasi digital. 

Mengenai literasi membaca dan menulis sudah banyak yang melakukannya. 

Literasi digital sangat penting di era globalisasi, di mana teknologi dan komunikasi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Jika bapak ibu gurunya gagap teknologi, maka kita tidak akan bisa membekali peserta didik kita dengan ketrampilan digital yang sangat mereka perlukan di masa depan.

Selain itu saat kegiatan-kegiatan perlombaan maupun event forum ilmiah tingkat nasional banyak menggunkan portal digital dalam seleksi awalnya.

Seringkali sebuah karya tidak terealisasi karena kelemahan kita dalam memunculkan ide. Dengan berdiskusi kita bisa mencari inspirasi dari orang lain kemudian menterjemahkannya dan memodifikasinya dan pada akhirnya akan muncul sebuah kreasi yang kemudian kita sempurnakan menjadi sebuah inovasi. Inovasi yang kita buat akan menjadi hebat jika kita bisa melakukan kolaborasi. Baik dengan siswa maupun rekan sejawat.


Konsistensi akan menjadi Inspirasi bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama dengan yang kita lalukan. 
Inilah prestasi yang sesungguhnya, jika kita melakukan hal baik dan orang lain terinspirasi dan melakukan hal yang sama dengan yang kita lakukan.


Pendidik adalah Pelukis masa depan generasi muda, mempunyai tugas menjadikan mereka pribadi-pribadi yang unggul Untuk kejayaan Bangsa INDONESIA.

Jawaban pertanyaan peserta

Untuk tetap semangat mengikuti lomba berarti kita harus terus menerus belajar dan berinovasi untuk siswa kita.

Menulis membutuhkan konsentrasi dan konsistensi. Silahkan konsisten dengan waktu yang kita pilih. Orang yang bisa menyelsaikan tulisannya bukanlah orang yang punya banyak waktu luang akan tetapi  orang yang bisa meluangkan waktu di tengah kesibukannya.






































Resume 13 Pelatihan Belajar Menulis (30 Nopember 2020)

Resume 13 

Pelatihan Belajar Menulis (30 Nopember 2020)

Oleh : Pono


Narasumber : Ibu Salamah

Moderator : Ibu Aam Nurhasanah


Moderator mengucapkan salam, menyapa seluruh peserta di seluruh Indonesia dan mengenalkan narasumber kepada peserta. Beliau adalah Ibu Salamah. Guru SD Negeri 2 Wonosobo. Penulis 34 buku.

Moderator menyampaikan CV dari narasumber. Selanjutnya mempersilakan narasumber memasuki kelas.

Narasumber menyapa peserta. Kemudian mulai menyampaikan materi.

Tips menulis dengan cepat

Untuk pemula bisa mulai dengan menulis Indi. Dibutuhkan ide-ide yang "out of the box" untuk menghasilkan buku yang laku di pasaran.

Penulis Indi adalah penulis yang menulis sendiri, mengedit sendiri, kemudian menerbitkan dengan biaya sendiri. Penulis mayor adalah penulis mengirimkan naskah kepada penerbit. Kemudian penerbit yang mengedit, menerbitkan dan mencetak buku. Kemudian dengan perjanjian, penulis menerima royalti.

Buku/tulisan yang menarik namun menghasilkan uang

Buku-buku yang dapat menghasilkan uang adalah buku-buku yang paling dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Misalnya sekarang sedang musim AKG. Maka kita bisa mencari referensi-referensi terkait AKG. Misalnya; apa AKG?

Fungsi AKG?

Tujuan AKG?

Manfaat AKG?

Desain konten  AKG?

Numerasi, contoh numerasi, bagaimana mempelajarinya, literasi, literasi dalam AKG.

 Penerbit mayor tidak akan menerbitkan buku yang tidak memiliki segmen "money oriented" yang kuat. Kalau kita menulis buku yang bagus, maka kita mendapatkan buku inti sendiri dan juga "income".

Cara menulis buku

Ide, (genre fiksi /non-fiksi), 

Menentukan tema,

Membuat judul, 

Membuat lay out,

Mencari referensi,

Mengisi laout-layout berdasarkan referensi.


Cara menumbuhkan kebiasaan menulis. Mulailah dengan menulis apa saja yang ingin kita tulis. Jika tidak ada gerakan maka semuanya tidak akan terjadi. 

Jangan berpikir mau menulis apa. Mulailah dari menulis kegiatan hari ini yang menarik dari sudut pandang yang menarik pula. Contohnya menuliskan keadaan malam ini, ketika hujan turun rintik-rintik tak menyurutkan langkah untuk mengisi acara di kegiatan belajar menulis.

Sebelum memulai menulis, kita harus tahu jenis-jenis paragraf yang akan kita tulis. Paragraf deskriptif, naratif, ekspositif, argumentatif, dan lainnya. Kita harus paham. Apa itu artinya dan tulisan kita mau digunakan untuk apa. Maka kita akan menuliskan dengan mudah. 

Pada paragraf  narasi ada alur. Bisa alur waktu, atau lainnya. 

Mengenai penerbitan artikel pada jurnal, ketika artikel kita memang sangat bagus bisa masuk ke jurnal UNY, UNES, atau bahkan jurnal Scopus. Asal gaya selingkung yang kita pakai sesuai. Yang pertama kali dilakukan adalah membuat akun terlebih dahulu. Menerbitkan artikel pada jurnal ada yang harus membayar dan ada yang tidak harus membayar. Untuk menerbitkan artikel pada jurnal yang tidak harus membayar kita harus berprinsip pada "validity content". 

Bagi penulis pemula disarankan menulis cerita faksi.

Mencobalah untuk berani menulis. Jangan takut gagal. Jangan takut tulisannya jelek. Jangan takut tulisannya tidak.dibaca orang. 

Lebih baik gagal karena sudah mencoba berkali-kali , daripada gagal tapi belum pernah mencoba apapun.  Karena kegagalan. 

Narasumber menjawab berbagai pertanyaan peserta.

Setelah narasumber mejawab pertanyaan demi pertanyaan dari peserta, narasumber menyampaikan kalimat penutup guna  menutup perkuliahan malam ini. 

Moderator memohon undur diri dan menutup acara.



Resume 12 Pelatihan Belajar Menulis (27 Nopember 2020)

 Resume 12

Pelatihan  Belajar Menulis (27 Nopember 2020)

Oleh: Pono


Narasumber: Yulius Roma Patandean, S.Pd.

Moderator : Aam Nurhasanah

 

Moderator memohon izin mengunci grup supaya diskusi berjalan lancar.

Moderator memperkenalkan narasumber. Beliau adalah salah satu peserta yang bukunya lolos seleksi ke penerbit mayor, dalam program Prof.Ekoji tantangan menulis satu minggu. Salah satu peserta di gelombang 8. Beliau juga ikut dalam antologi KISAH INSPIRATIF SANG GURU dengan kurator Pak Mukminin  dari Kamila Pres.

Moderator mempersilakan narasumber memasuki kelas. 

Buku kedua tulisan kolaborasi dengan prof. Eko  yang akan diterbitkan Penerbit ANDI berjudul FLIPPED CLASSROOM.


Materi malam ini adalah terkait teknis penulisan buku. Narasumber mempersilakan peserta menyimak video di https://youtu.be/eePQwyHAcjw


Jawaban narasumber berdasarkan pertanyaan peserta

Cara agar dapat tetap aktif menulis di tengah kesibukan adalah fokus di akhir pekan dan hari Minggu. Selebihnya, tetap membuat coretan-coretan di HP atau kertas di hari-hari lainnya.

Ukuran margin dari sebuah tulisan sebenarnya tidak mengikat, tapi untuk tulisan ke penerbit Mayor seperti Penerbit ANDI, ukuran kertas A5: 14x21 cm. Narasumber menggunakan margin rata kiri, kanan, atas, bawah masing-masing 2 cm. Jumlah halaman minimal 125 halaman. 

Menulis yang paling sederhana adalah menulis sedikit-demi sedikit, walaupun hanya berupa coretan-coretan outline tentang apa yang menjadi minat kita. Terkait fakta, sebaiknya ada dalam bentuk contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga teori yang kita tulis ada contoh praktisnya. Saat ini narasumber sementara mengajar rekan-rekan di sekolah untuk mulai menulis, dimulai dari yang sederhana cerpen kehidupan sehari-hari dan puisi.

Prinsip dalam menulis, jangan takut salah, nikmati saja alurnya, karena kalimat-demi kalimat yang kita tuliskan pada akhirnya akan saling terkait satu sama lain menghasilkan sebuah makna.















Resume 11 Pelatihan Belajar Menulis (25 Nopember 2020)

 Resume 11

Pelatihan Belajar Menulis

Oleh: Pono

Narasumber : Sigit Suryono, S.Pd. M.Pd.

Moderator    : Aam Nurhasanah

Narasumber adalah Seorang Kepala SMPN 1 Wonosari, Gunungkidul, DIY, Indonesia

Lahir di Sleman, 20 Nopember 1976

Beliau adalah Ketua MGMP IPA SMP Kabupaten Gunungkidul dan Duta Rumah Belajar Kemdikbud

Narasumber mengingatkan peserta, untuk menyimak materi dari narasumber, selanjutnya membuat ringkasan materi (resume), di posting ke blog, lalu bagikan linknya untuk bisa saling berkunjung(Blog Walking/BW)

Setelah posting ke blog, kirim link pengumpulan resume ke https://forms.gle/f87JJRY9aNRDXBLq8

Moderator mempersilakan narasumber memasuki kelas.

Narasumber mengucapkan salam dan menyapa peserta.


Pada 20 Nopember 2020  termasuk 5 besar guru inovatif yang diselenggarakan oleh Kemdikbud. Tanggal 20 Nopember 2015 mengikuti tes tertulis dan wawancara di gupres dan tanggal 22 Nopember 2015 saat diumumkan saya terpilih jadi juara 1 guru berprestasi tingkat nasional.

" Orang akan sukses jika dia fokus dan senang dengan apa yang dikerjakannya".

"Orang akan sukses jika bisa fokus pada bidang yang dia bisa ditekuni dan dilakukan inovasi terus menerus...."

Cerita narasumber,

Pada 2005 narasumber baru menempuh S2 dan hampir selesai  lulus S2 tahun 2006. Setelah lulus S2 fokus pada pekerjaan di SMP Negeri 1 Wonosari sebagai guru IPA dan Guru TIK.

Saat mengajar pengalaman bertambah dan sering  melakukan kolaborasi dengan siswa untuk melakukan riset tentang pembuatan media, maupun tentang berbagai model pembelajaran.

ahun 2006 saat pertama kali memiliki kenangan saat ikut kompetisi Simposium tingkat Propinsi DIY yang isinya orang-orang hebat semua mereka Pengurus MGMP disemua mapel, sementara saya guru baru, yang mendapat sampur untuk ikut kegiatan tersebut dikarenakan menggantikan guru disekolahku yang mengundurkan diri.

Narasumber banyak membuat catatan kecil bagaimana orang berbicara, presentasi, dan menyampaikan ide dan pemikiran dan gagasan ilmiah dalam kegiatan tersebut.

Dalam simposium ini narasumber masuk peringkat terakhir dari semua peserta lomba untuk mapel IPA.

Setiap even lomba dicatat kenapa "gagal" baik dari sisi presentasi, fokus presentasi, cara presentasi, membuat presentasi yang efektif, dan seterusnya.....

Setelah 2006 sampai 2015 formula bisa didapatkan ... 

Sejak 2015 sampai 2020 setiap even lomba yang diikuti bisa meraih hasil sesuai dengan harapan.

Tahun-tahun berikutnya menjadi langganan untuk mengikuti berbagai lomba tingkat nasional. Ada 7 kali lomba yang diikuti sebelum gupres tahun 2015.

Pada 2011 bertemu dengan Omjay, dan  mas Agus Sampurna di Even Evaluasi pelaksanaan Rumah belajar di Bogor. Omjay menghadiahkan sebuah buku berjudul "Menjagi Guru Tangguh Berhati Cahaya"

Saat itu belum banyak catatan portofolio yang tersusun rapi namun memiliki banyak blog karena memang sejak tahun 2005 mengajar blog ke siswa SMP Ku.

Dari pertemuan itu mempunyai keingian memiliki web yang bisa digunakan untuk mencatan seluruh aktifitas untuk dijadikan portofolio perjalan sebagai pendidik, peneliti, pengembang media pembelajaran, dlsb.

Pada tahun 2012 akhirnya memiliki seluruh catatan aktifitas ilmiah yang tercatat di web, yaitu http://www.ciget.info

Kegiatan Apresiasi Guru dan Kepala Sekolah di tahun 2020

Waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut cukup longgar karena portofolio saat gupres dan kegiatan apresiasi sarjana alumni berprestasi dari UNY sudah ada di file semua tinggal bikin essay.....

Surat edaran diterima tangal 26 Oktober kemudian penyerahan berkas tanggal 1 - 10 Nopember 2020.

Harapan tersebut ternyata tinggal harapan....

Karena tanggal 5 Nopember 2020 laptop kena bitcloker sehingga mati total..... Sementara data di Hd baru 5% yang saya unggah di drive....

2 hari blong tidak bisa kerja apa-apa....

Kemudiaan mendownload dan membaca ulang aturan dari kegiatan apresiasi ini dengan seksaama dan mencoba waktu 3 hari untuk mengerahkan 200% pikiran, perasaan, fokus, dan juga kemampuan utuk secara cepat menyusun portofolio semua kegiatan yang sudah lakukan. Fokus ke Web untuk memulai lagi menyusun berkas sesuai dengan syarat tersebut dan menscane kembali berkas-berkas pendukung...


Jawaban dari pertanyaan peserta


Cara gara sains  bisa dicintai oleh siswa adalah dengan membelajarkan dari lingkungan di sekitar anak, dan sering melakukan pembelajaran dengan beraneka model, kadang pretikum, kadang menggunakan MPI, kadang menggunaan android, dll yang jelas pembelajaran tidak boleh monoton..

Saat menjadi duta sains dan duta Rumah Belajar sering  dilatih oleh Pusdatin dan PPPPTKIP. Ilmu-ilmu yang didapat saat menjadi duta sains dan duta Rumah Belajar sangat berpengaruh terhadap kinerja.

Menjadi duat sains merupakan bonus saat kita selalu berinovasi dan menginsprirasi banyak orang dan terus belajar, belajar dan belajar, baru kemudian berkolaborasi dan berbagi. Untuk prestasi puncak sudah  diraih tahun 2015 saat jadi Juara 1 Gupres SMP Tingkat nasional.

Belum pernah mengalami hampir putus asa. Kalau gagal sangat sering. Hal ini karena pelajaran dari ibu  "Menang Cacak, Kalah Cacak", menang dan kalah itu hal yang biasa yang paling utama adalah kita mau dan mau untuk berbuat sesuatu...

Langkah untuk menyikapi kegagalan adalah dengan mencatatat kenapa kok bisa gagal, apakah karena persiapan kurang? Apakah karena powerpoint tindak fokus pada materi yang seharusnya kita presentasikan? Apakah kita tidak fokus pada materi yang harus kita presentasikan? Apakah pembahasan kita dangkal?, Apakah kita sudah mempersipakan dengan maksimal?.... dan banyak lagi.

Intinya saat kita gagal : " Pelajarilah kenapa kita gagal" , Cacatlah sumber kegagalah, dan Perbaikilah di masa yang akan datang.... pasti suatu saat akan sukses dan akan bisa jitu saat mengikuti setiap event kompetisi yang kita hadapi.

Untuk menjadi guru berprestasi yang dilakukan adalah "Belajar, belajar, belajar, berkolaborasi dan berbagi", 

Dalam setiap kegiatan yang kita lakukan: 

1. Pelajari pedoman guru berprestasi 3 tahun sebelum kita mengikuti seleksi guru berprestasi. Kemudian Siapkan portofolio sesuai dengan petunjuk dari pedoman tersebut, saat tahun 2015 untuk portofio 8 tahun, untuk sekarang 3 tahun terakhir.  

2. Buat Penelitan atau best practice sesuai dengan petunjuk diportofolio, 

3. Bikin video pembelajaran terbaik selama 3 tahun terakhir, 

4. Belajarlah 4 kompetensi guru.

 5. Buat presentasi sesuai dengan buku pedoman.

Saat menjadi gupres tahun 2015 sudah mulai menyiapkan portofolio sejak tahun 2008, semua undangan, surat keterangan, piagam setiap kegiatan diadministrasikan dalam stopmap plastik.... Yang itu sangat mendukung sekali saat mengikuti seleksi Gupres tahun 2013. Saat itu baru peringkat 2 di kabupaten gunungkidul. Kemudian selama 2 tahun meningkatkan frekuensi kegiatan, karya inovasi dll, sehingga saat maju kembali tahun 2015 sudah siap tempur...

Kiat bisa sukses adalah; "Mau mendengar Kritik dan Saran dari Banyak Orang, "Mau belajar dari siapapun baik dari teman sejawat, dengan siswa terlebih dengan para ahli yang sudah teruji, "Kosongkan dan turunkan Ego sehingga kita bisa menerima ilmu dari siapapun", Jangan angkuh dan merasa paling hebat: Karena diluar sana banyak orang yang lebih hebat dari kita, Berusahalah secara maksimal kegagalah hanyalah keberhasilan yang tertunda....

Ide menulis akan tetap muncul jika kita sering membaca, berbagai pengalaman, berbagi masalah, dan juga sering mengamati karya-karya rekan guru lain baik lewat media online, blog, dlsb. Kemudian bisa diawali dengan ATM, kemudian setelah terbiasa munculkan ide dan gagasan dari  masalah yang ada di sekitar kita saat mengajar, pasti masalah setiap tahun akan muncul yang berbeda-beda itu bisa digunakan sebagai sumber inspirasi kita.

Untuk memunculkan motivasi berprestasi maka yang diperlukan adalah Cari model inspirator, bisa dari KS, rekan guru yang sukses, Ketua MGMP, atau orang di sekitar kita yang sukses dan tentu belajar dari mereka. Hal itulah yang didapatkan saat simposium tahun 2006 bisa belajar dari hampir 80 orang guru sukses di era itu dari 5 kabupaten di DIY, dan semua mapel .... Suatu saat akan muncul keinginan berprestasi seperti yang mereka lakukan...

Saya S1 Pendidikan Fisika, S2 Teknologi Pembelajaran (Kuliah 11 tahun ... masuk 1995 - 2006 Wisuda S2). Saat S1 full di kegiatan HMJ, Kemudian di Senat Fakultas, dan juga mengembangkan bisnis Sablon sehingga tidak banyak waktu untuk istirahat sementara kuliah dan hobbi (sablon : disain, cetak, komposisi dll) berbeda jauh. Kemudian saat masuk S2 Teknologi Pembelajaran Semua hobbi dan pekerjaan di industri sablon sangat berpengaruh sekali seperti disain Multimedia Pembelajaran Interaktif, desain cover, desain sampul, pengebangan website dan lain -lain sejalan dengan hobbi di dunia percetakan sehingga saat kuliah bisa menapatkan nilai yang sempurna karena belajar, bekerja sudah singkron...


Terima kasih bu Suyati, Purbalingga Jateng

Hikmah kegagalan yang dialami bisa dimanfaatkan untuk siswa yang motivasinya kurang terlebih mereka minder merasa kurang pintar dan lain-lian, sehingga bisa menjadi model contoh gagal di awal dan berhasil mendapat prestasi di dunia pekerjaan yang digeluti. Intinya adalah setiap orang punya kekuatan dan kehebatan masing-masing sesuai dengan bidang dan keahlian serta hobinya masing-masing. Dan keberhasilan ditentukan oleh seberapa besar usaha yang telah dilakukan. Semakin berusaha keras insyallah suatu saat akan menikmati hasilnya, jika masih gagal berarti banyak orang yang lebih lama meluangkan waktunya, dan lebih disiplin.

Untuk melakukan pembelajaran di masa pandemik agar siswa fokus dan semangat adalah bapak ibu guru harus benar-benar melakukan analisis kebutuhan siswa, baik dari sisi alat, kemampuan dan juga sarana dan prasarana yang dimiliki. Untuk memotivasi tetap menjaga semangat anak adalah terus memompa semangat pada mereka bahwa kejadian ini terjadi di seluruh dunia. Selain itu untuk menjaga semangat anak perlu adanya pendampingan secara psikologis dan juga bakat dan minat anak. Sehingga guru bisa memberikan materi, metode dan alat yang tepat yang bisa menjangkau anak kita.


Penutup


Bapak ibu semua adalah orang-orang hebat yang selalu ingin belajar, belajar, dan belajar. Maka bekerja samalah dengan orang lain dan bagikan ilmu bapak ibu pada orang lain InsyaAllah berkah. Prestasi bukanlah suatu tujuan namun prestasi akan didapatkan oleh setiap orang yang telah bekerja dengan maksimal dan terus berusaha memperbaiki diri setiap saat. Prestasi yang paling utama bukan ditunjukkan oleh predikat-predikat yang kita sandang nampun prestasi yang hakiki adalah bagaimana kita bisa menjadi sosok yang bisa menginspirasi anak didik kita sehingga suatu saat meraka akan sukses dalam bidangnya masing-masing. Terima kasih jika ada salah mohon maat teruslah belajar, berkolaborasi, dan berbagi, terulah kembangkan blog bapak ibu dengan menulis setiap hari dan itu sudah menunjukkan bapak ibu sudah berinovasi....