Cara membuat Kotak Tisu dari bahan Koran Bekas


Kini semakin banyak barang-barang bekas bertebaran di sekitar kita. Jika barang-barang yang tidak terpakai dibiarkan begitu saja boleh jadi lama-kelamaan menimbulkan masalah baru. Untuk itu perlu penanganan yang serius terhadap barang-barang bekas atau yang lazim disebut sebagai sampah. Salah satu cara menangani hal tersebut adalah mendaur ulang menjadi barang baru. Kali ini saya sampaikan cara membuat kotak tisu ari bahan kertas koran bekas.
 Berikut langkah-langkahnya.

Menyiapkan Alat dan Bahan

Untuk membuat kerajinan berupa kotak tisu dari bahan koran bekas tidak membutuhkan alat dan bahan yang terlalu banyak. Cukup dengan beberapa peralatan yang sederhana saja, asalkan dengan ketekunan dan sesuai dengan prosedur kotak tisu bisa dibuat. Adapun alat yang digunakan untuk membuat kotak tisu dari bahan koran bekas adalah: 

1. Gunting

Gunting berguna untuk memotong kertas koran baik yang masih berupa lembaran maupun yang sudah dipilin atau digulung. Gunting yang digunakan harus kuat dan tajam. Jangan menggunakan gunting yang terlalu kecil atau terlalu tipis.



2. Pisau cutter

Pisau cutter berguna untuk memotong kotak susu dari kertas yang digunakan sebagai bentuk dasar dari kotak tisu yang dibuat. Perlu diperhatikan ketajaman dari mata pisau, karena mata pisau yang kurang tajam akan menghasilkan luka sayatan pada kertas tidak rapi.

3. Penggaris plat baja

Penggaris plat baja digunakan ketika memotong kotak susu agar sayatan pisau tidak melenceng. Digunakan penggaris dari bahan plat baja karena baja memiliki sifat keras sehingga walaupun bersinggungan dengan pisau tidak mudah terluka. 

4 Pulpen

 Pulpen digunakan untuk membuat pola pada kertas kotak susu yang sudah dibuka.

5. Lem pistol


Lem pistol atau lem lilin digunakan untuk menempelkan pilinan kertas koran pada dinding bagian luar kotak tisu yang telah dirakit. Dalam menggunakan lem pistol perlu memperhatikan kecepatan agar diperoleh hasil yang memuaskan.

Adapun bahan yang digunakan untuk membuat kotak tisu adalah:

1. Kertas koran bekas

Seperti namanya, koran bekas tentunya menjadi bahan yang utama. Benda ini sangat mudah didapatkan. Bagi yang berlangganan koran tentunya tidak ada kendala untuk mendapatkannya. Namun bagi yang tidak berlangganan koran bisa mendapatkannya dari tukang tukang loak ataupun dari pasar tradisional, karena  sekarang sudah banyak yang menjual koran bekas di pasar tradisional. Di pasar koran biasanya digunakan untuk membungkus barang yang telah dibeli. 

2. Kotak susu dari kertas

Kotak susu yang digunakan sebaiknya yang cukup tebal dan agak kuat supaya mudah dalam membuat bentuk kotak. Benda ini bisa didapatkan dari saudara atau tetangga yang memiliki anak kecil. Biasanya benda ini setelah digunakan isinya terus dibuang begitu saja oleh pemiliknya atau dibakar sehingga kita bisa mendapatkannya secara cuma-cuma. Tinggal baik-baiklah kita dengan saudara maupun tetangga dekat. hehe..  

3. Lem kertas
Lem kertas digunakan untuk menempelkan gulungan pada kotak dari bekas susu setelah dibentuk menjadi kotak tisu.

4. Cat
Berbagai cat ada pasar sehingga tidak sulit untuk mendapatkannya. Namun kita perlu memilih jenis cat yang kita sukai. 

Cara membuatnya:

Setelah menyiapkan beberapa alat dan bahan yang diperlukan, tahap berikutnya  adalah langkah pembuatan. Bagaimana caranya?
Membuat kotak tisu dari bahan koran bekas hanya memerlukan beberapa langkah, yaitu:

1. Membuat gulungan dan dan pilinan
Saya anjurkan untuk memulai langkah pembuatan kita membuat gulungan kecil-kecil serta pilinan.

a. Membuat gulungan

Untuk membuat gulungan dimulai dengan memotong kertas koran. Caranya adalah satu lembar kertas koran dibagi menjadi empat bagian yang sama besar. Arah memotongnya adalah secara vertikal dan horizontal.
Selanjutnya setiap satu bagian dari potongan tersebut digulung. Untuk mengunci agar gulungan tidak terbuka bisa digunakan sedikit lem kertas. Dengan demikian satu gulungan sudah dibuat. Lakukan pembuatan gulungan sebanyak mungkin. Untuk membuat satu buah kotak tisu diperlukan sekitar seratus gulungan kecil.
b. Membuat pilinan


Setelah membuat gulungan, langkah selanjutnya adalah membuat pilinan. Caranya dengan memotong satu lembar koran menjadi delapan bagian sama besar dengan arah memotong secara horizontal.
Kemudian ambil dua bagian dari potongan kertas tersebut untuk dipilin searah putaran jarum jam sehingga membentuk pilinan tali seperti tali yang biasa digunakan untuk mengikat hewan ternak. Buat pilinan sebanyak mungkin sesuai keperluan.

2. Membuat sketsa
Setelah membuat gulungan dan pilinan, langkah selanjutnya kotak bekas susu dilanjutkan membuat sketsa pada lembaran bekas kotak susu tersebut. Sketsa dibuat menggunakan pulpen dan penggaris.

3. Memotong bahan
Setelah sketsa dibuat selanjutnya dilakukan pemotongan, yaitu:

a. Memotong lembaran kertas kotak susu sesuai sketsa yang sudah dibuat.
b. Memotong gulungan kecil sesuai ukuran yang dikehendaki.
c. Memotong pilinan sesuai ukuran yang dikehendaki.
Ukuran yang dimaksud disesuaikan dengan ukuran tisu yang ada di pasar, sehingga memungkinkan tisu bisa masuk ke dalamnya namun tidak longgar.

4. Merakit
menyusun kerangka dasar,
Lembaran kertas kotak susu yang sudah dipotong sesuai sketsa selanjutnya dibentuk menjadi kotak yang merupakan kerangka dasar kotak tisu yang akan dibuat. Lembaran tersebut ditekuk pada garis-garis yang telah dibuat, selanjutnya dilem menggunakan lem kertas.

menempel gulungan dan pilinan,
Setelah kerangka kotak dibuat selanjutnya menempel gulungan kecil-kecil serta pilinan yang telah dipotong sesuai ukuran pada bagian luar dari sisi kotak. Untuk mendapatkan tempelan yang kuat menggunakan lem pistol.



5. Mengecat,
Setelah kotak tisu baru selesai dibuat, untuk mempercantik hasil karya sekaligus untuk memperkuat, dilakukan pengecatan. Untuk pengecatan kita bisa memilih warna sesuai keinginan dan kesukaan. Begitu pula jenis cat yang digunakan.



Setelah kotak tisu dari bahan koran bekas selesai dibuat dilanjutkan langkah pemasaran bagi yang berniat menjadikannya sebagai bisnis. Namun bagi yang tidak berminat pada bisnis bisa menjadikannya penghias ruangan yang bermanfaat.

Selamat mencoba dan selamat menikmati,

Tidak ada komentar: