Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
Mengenal Tempat Tumbuh Padi
Belajar dimana saja, dengan siapa saja. Termasuk dengan alam yang selalu jujur. Alam mengajarkan kepada kita untuk menghargai, mengasihi, bersabar serta mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan. Alam sebagai laboratorium raksasa yang selalu 'up-to-date'. Dengan memperhatikan alam pengetahuan akan bertambah. Tentunya bagi insan yang berfikir. "Maka nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan". Luasnya bumi yang terhampar, tegaknya gunung - gunung tinggi menjulang , bergeraknya matahari yang tak henti memancarkan sinarnya sebagai tanda kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pengetahuan akan proses tumbuh tanaman yang didapat dengan melihat langsung dan merasakan langsung suasana di sekitar tanaman tentu memberikan pengalaman. Ini diharapkan akan membekas pada pikiran dan akan bertahan sampai waktu yang lama. Mengetahui proses tumbuh tanaman padi dari fase yang satu ke fase berikutnya bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Betapa tidak, dari Sabang sampai Merauke, bahkan hampir di seluruh wilayah Asia Tenggara masyarakat mengonsumsi nasi beras setiap hari. Betapa besar jasa petani padi bagi kelangsungan hidup umat manusia.
Dari segi pengetahuan, perbedaan jenis daun dan akar tanaman lebih banyak dijumpai di alam terbuka. Begitu pula dengan arah dan tekanan angin dapat lebih dirasakan tanpa halangan tembok beton dinding sekolah. Udara yang kaya akan oksigen terasa lebih nyaman dirasakan. Berjumpa dengan petani dan menyapa langsung mereka yang bekerja di sawah merupakan pengalaman yang menyenangkan. Dengan melihat luasnya area persawahan dan perkebunan dapat dipahami bahwa sebagian besar penduduk di pedesaan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.
Sekolah sebagai tempat melahirkan cerdik pandai di masyarakat. Manusia yang memahami akan lingkungan tempat hidupnya dan keadaan masyarakat di sekitarnya diharapkan memiliki kebijaksanaan dalam bersikap dan bertindak.
Dalam satu kegiatan, ilmu pengetahuan alam didapat dari bertanya jawab dan mengamati struktur tanaman, ilmu pengetahuan pada topik mata pencaharian masyarakat pedesaan. Adapun ketrampilan matematika dapat diperoleh dari pengalaman menghitung perbandingan luas tanah dalam meter persegi dengan jumlah tanaman yang mampu ditampung dengan pertimbangan intensitas cahaya matahari, kemampuan tanaman berkembangbiak serta kesuburan tanah yang ada.
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
Pengalaman Waktu Liburan
Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan literasi anak adalah dengan membiasakan anak bercerita. Kegiatan yang dilakukan menceritakan pengalaman ketika liburan semester. Mengapa pengalaman? Pengalaman pribadi merupakan hal paling asyik untuk diceritakan, terlebih kepada teman dekat. Teman merupakan tempat untuk meluahkan isi hati dan perasaan. Demikian manusia pada umumnya. Sedangkan pengalaman berkesan dari seseorang tidak mudah untuk dilupakan.
Bercerita di depan teman-teman untuk menumbuhkan keberanian dengan cara yang paling mudah. Keberanian dalam berbicara dan mengungkapkan kata-kata. Tidak semua anak siap untuk mengungkapkan langsung secara lisan. Dengan menuliskan terlebih dahulu pada kertas dipercaya membantu anak dalam meluahkan mutiara di alam pikirannya, disamping perasaan secara bersamaan. Setelah menulis, anak membacakan dengan intonasi yang sesuai.
Menuliskan apa yang akan disampaikan membuat membawa anak bukan hanya mencurahkan, namun sekaligus belajar melakukan "self editing". Sebelum membaca di depan teman-temannya anak akan otomatis membaca berulang - ulang agar tulisannya enak dibaca di depan orang lain.
Salam
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
Membuat karya kerajinan dari botol bekas
Setelah mendiskusikan manfaat dari barang bekas yang ada di lingkungan pada hari Sabtu yang lalu. Kini saatnya membuat karya dengan imajinasinya dalam memanfaatkan botol plastik bekas yang ada disekitar. Semua membawa botol plastik bekas. Kebanyakan dari mereka membawa botol bekas air mineral. Namun ada juga yang membawa bekas wadah minyak goreng dan bekas botol minuman manis.
Diawali dengan pemeriksaan kesiapan. Pemeriksaan dilakukan dengan menanyakan dan melihat bahan dan alat apa saja yang dibawa anak-anak. Satu persatu diidentifikasi dan dicatat. Semua dipastikan membawa botol plastik bekas. Apapun merek dan kegunaan sebelumnya. Alat yang digunakan untuk menghasilkan karya disesuaikan dengan kepunyaan dan ketersediaan di rumah.
Adalah penting untuk diperhatikan, ketika melakukan aktifitas membuat karya dengan waktu terbatas sebaiknya tidak meminjam maupun meminta kepada peserta yang lain. Meminta atau meminjam mungkin akan mengganggu peserta yang lain. Lain lagi dengan persiapan di rumah yang memiliki fleksibilitas tinggi serta kelonggaran waktu yang cukup. Kemandirian perlu ditanam sejak dini.
Setelah pemeriksaan kesiapan dilakukan pemeriksaan tujuan. Setiap anak menyampaikan nama benda yang akan dibuat. Kemudian dicatat di papan tulis. Hali ini dimaksudkan sebagai rambu-rambu untuk menumbuhkan komitmen. Benda yang akan dibuat nantinya adalah benda yang namanya sudah tercatat di papan tulis.
Setelah berbagai persiapan dilakukan tiba saatnya melakukan aksi. Membuat karya menghasilkan barang baru dari barang bekas. Imajinasi anak digali dengan aktivitas ini. Dimulai dengan aktivitas memotong, merekatkan , selanjutnya menghias karya.
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
Mengidentifikasi produk
Secara berkelompok yang terdiri dari 4 anak, berdiskusi menentukan lima produk yang terkenal yang banyak digunakan di lingkungan. Aktivitas ini mendorong anak mengenali lingkungannya, baik lingkungan alam maupun masyarakatnya. Setiap anggota kelompok mengusulkan nama produk berdasarkan pengamatan dan pengalamannya. Kemudian dipadukan dengan pengalaman teman-temannya dalam kelompok. Pada akhirnya, kelompok menyatakan lima produk terkenal yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di lingkungannya.
Masih dalam aktivitas kelompok, setiap anggota menggali informasi terkait kelima produk tersebut dengan cara browsing di internet. Tentunya dengan dipadukan dengan pengalaman pribadinya dalam menggunakan, mengamati atau bersentuhan dengan produk tersebut. Informasi yang digali diantaranya;
Siapa yang membuat produk tersebut ?
Apa saja manfaat produk tersebut?
Jika anak-anak mempunyai informasi yang lebih bisa dijelaskan dari bahan apa saja produk tersebut dibuat.
Selanjutnya menyebutkan kelebihan - kelebihan dari produk tersebut jika dibandingkan dengan produk sejenisnya.
Anak-anak mendiskusikan penyebab produk tersebut menjadi terkenal dan banyak digunakan oleh banyak orang. Pada akhirnya membuat kesimpulan bagaimana suatu produk dapat menjadi terkenal dan dimanfaatkan oleh banyak orang.
Setelah data yang dihasilkan lengkap, proses dari tahap awal hingga akhir selesai dilakukan hingga menghasilkan kesimpulan dari kelompoknya, melakukan presentasi. Presentasi dilakukan dihadapan kelompok lain yang tentunya memiliki hasil berbeda. Presentasi dilakukan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada kelompok lain serta menyerap masukan dari mereka.
Bahan presentasi dibuat menggunakan aplikasi Canva yang diakses melalui telepon pintar. Satu kelompok membuat satu bahan presentasi dengan maksud ada pembagian tugas dalam berkolaborasi dengan kelompoknya serta mengembangkan kreatifitas anak dalam menggunakan perangkat dan platform digital.
Aktivitas ini sejatinya bertujuan memberikan pengalaman kepada anak-anak melakukan pekerjaan secara sistematis dan kolaboratif dalam memecahkan masalah. Serta menumbuhkan kepekaan terhadap keadaan di lingkungan tempat ia tinggal, tumbuh dan berkembang. Dengan harapan tentunya kelak ia akan mampu membaca peluang dan potensi di sekitar.
Salam,
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
Arti Surat Al Ikhlas dalam Bahasa Jawa
Surat Al Ikhlas adalah surat ke-112 dalam Al Quran. Terdiri dari 4 ayat dan termasuk golongan surat Makiyah,yaitu surat yang diturunkan pada periode Makkah.
Berikut adalah terjemahan surat Al Ikhlas dalam bahasa Jawa dengan penulisan huruf LATIN dan PEGON. Terjemahan disajikan dalam kata per kata.
Surat Al Ikhlas:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ١
اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ٢
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ٣
وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ٤
Terjemah dalam kata per kata dengan penulisan huruf PEGON :
بسم الله
كلاوان ۑبوت أسماني الله
الرحمن
كڠ مها ولاس أسيه إڠ دالم دوۑا لن أخرت
الرحيم
كڠ مها ولاس أسيه إڠ دالم أخرت
Ayat 1
قل
داووها سيرا محمد
هو
أوتاوي فركارا كاڠ دين تاكواكين
الله
ايكوالله تعالى
احد
ياايكو ذات كاڠ ساويجي ڠيجيني
Ayat 2
الله
أوتوي الله تعالى
الصمد
إيكو ذات كڠ دين سجا
Ayat 3
لم يلد
أورا ففوترا سفا الله
ولم يولد
لان أورا دين فوترااكن سفا الله
Ayat 4
ولم يكن
لن أورا أنا
له
مراڠ الله
كفوا
إيكو ماداني
احد
سفا ووڠ ساويجي
Terjemahan dalam huruf LATIN :
Bismillahi
Kelawan nyebut asmane Allah
Arrahmaani
Kang maha welas asih ing dalem dunya lan akhirat
Arrahiimi
Kang maha welas asih ing dalem akhirat
Ayat 1
Qul
Dhawuha Sira Muhammad
Huwa
Utawi perkara kang den takokaken
Allahu
Iku Allah ta'alaa
Ahadun
Yaiku dzat kang sawiji ngijeni
Ayat 2
Allahu
Utawi Allah ta'alaa
Ashshomadu
Dzat kang den seja
Ayat 3
Lam yalid
Ora peputra sapa Allah
Wa lam yuulad
Lan ora den putraaken sapa Allah
Ayat 4
Wa lam yakun
Lan ora ana
Lahu
Marang Allah
Kufuwan
Iku madhani
Ahadun
Sapa wong sawiji
(Dipetik dri akun youtube Khoirudin Channel tautan https://www.youtube.com/watch?v=fAxD17go8FA)
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.
Praktik Pengelolaan Sampah menjadi Kerajinan
Setelah anak menentukan benda apa yang akan dibuat dari bahan bekas dan membuat perencanaan, tibalah saatnya melaksanakan praktik. Masing - masing anak melakukan proses dan menghasilkan produk kerajinan sesuai pilihannya.
Sebelumnya anak-anak sudah membuat perencanaan , setelah melakukan identifikasi dan analisis atas barang bekas yang ada disekitarnya. Jadi analisis, menentukan benda apa yang akan dibuat, menyiapkan alat dan bahan. Menyiapkan alat dan bahan dilakukan selama satu Minggu, yaitu dari Sabtu ke Sabtu berikutnya.
Sebelum memulai kegiatan praktik, dilakukan review terhadap aktifitas dan materi sebelumnya. Ini dilakukan untuk menjaga ingatan anak serta membantu memfokuskan pikiran pada kegiatan yang akan dilakukan. Kemudian memeriksa kesiapan anak. Apakah ia membawa alat dan bahan yang akan digunakan.
Untuk membantu memfokuskan pikiran dan aktivitas selama praktik agar dapat mencapai target yang ditetapkan, setiap anak menyebutkan benda apa yang akan ia buat, dicatat pada tabel. Tabel dibuat di papan tulis agar mudah dilihat semua anak.
Diantara benda-benda yang akan dibuat adalah tempat pensil, tabungan bingkai foto, fas bunga, tong sampah, miniatur Monas, miniatur truk, miniatur pesawat serta miniatur tank.
Adapun bahan yang digunakan sebagian besar kardus bekas dan botol plastik bekas. Sedangkan alatnya bervariasi mulai dari gunting, pisau sayat, lem lilin serta pewarna. Di antara mereka ada yang menggunakan pistol khusus lem bakar, namun ada juga yang membakar lem menggunakan korek api. Ketika tulisan ini diunggah proses sedang berlangsung dan menghasilkan barang jadi. Sebenarnya proses lebih diperhatikan. Jika prosesnya baik, maka hasilnya pun juga baik.
Penulis adalah seorang pendidik di lingkungan Dindikpora kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sejak 2009.
Riwayat pendidikan
D II (2007)
S1. (2011)
Riwayat pekerjaan
2009-2017 di SD Negeri 1 Sinduaji
2017-sekarang di SD Negeri 2 Beji
Aktif di blogger sejak 2013.






