Halaman

Resume 13 Pelatihan Belajar Menulis (30 Nopember 2020)

Resume 13 

Pelatihan Belajar Menulis (30 Nopember 2020)

Oleh : Pono


Narasumber : Ibu Salamah

Moderator : Ibu Aam Nurhasanah


Moderator mengucapkan salam, menyapa seluruh peserta di seluruh Indonesia dan mengenalkan narasumber kepada peserta. Beliau adalah Ibu Salamah. Guru SD Negeri 2 Wonosobo. Penulis 34 buku.

Moderator menyampaikan CV dari narasumber. Selanjutnya mempersilakan narasumber memasuki kelas.

Narasumber menyapa peserta. Kemudian mulai menyampaikan materi.

Tips menulis dengan cepat

Untuk pemula bisa mulai dengan menulis Indi. Dibutuhkan ide-ide yang "out of the box" untuk menghasilkan buku yang laku di pasaran.

Penulis Indi adalah penulis yang menulis sendiri, mengedit sendiri, kemudian menerbitkan dengan biaya sendiri. Penulis mayor adalah penulis mengirimkan naskah kepada penerbit. Kemudian penerbit yang mengedit, menerbitkan dan mencetak buku. Kemudian dengan perjanjian, penulis menerima royalti.

Buku/tulisan yang menarik namun menghasilkan uang

Buku-buku yang dapat menghasilkan uang adalah buku-buku yang paling dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Misalnya sekarang sedang musim AKG. Maka kita bisa mencari referensi-referensi terkait AKG. Misalnya; apa AKG?

Fungsi AKG?

Tujuan AKG?

Manfaat AKG?

Desain konten  AKG?

Numerasi, contoh numerasi, bagaimana mempelajarinya, literasi, literasi dalam AKG.

 Penerbit mayor tidak akan menerbitkan buku yang tidak memiliki segmen "money oriented" yang kuat. Kalau kita menulis buku yang bagus, maka kita mendapatkan buku inti sendiri dan juga "income".

Cara menulis buku

Ide, (genre fiksi /non-fiksi), 

Menentukan tema,

Membuat judul, 

Membuat lay out,

Mencari referensi,

Mengisi laout-layout berdasarkan referensi.


Cara menumbuhkan kebiasaan menulis. Mulailah dengan menulis apa saja yang ingin kita tulis. Jika tidak ada gerakan maka semuanya tidak akan terjadi. 

Jangan berpikir mau menulis apa. Mulailah dari menulis kegiatan hari ini yang menarik dari sudut pandang yang menarik pula. Contohnya menuliskan keadaan malam ini, ketika hujan turun rintik-rintik tak menyurutkan langkah untuk mengisi acara di kegiatan belajar menulis.

Sebelum memulai menulis, kita harus tahu jenis-jenis paragraf yang akan kita tulis. Paragraf deskriptif, naratif, ekspositif, argumentatif, dan lainnya. Kita harus paham. Apa itu artinya dan tulisan kita mau digunakan untuk apa. Maka kita akan menuliskan dengan mudah. 

Pada paragraf  narasi ada alur. Bisa alur waktu, atau lainnya. 

Mengenai penerbitan artikel pada jurnal, ketika artikel kita memang sangat bagus bisa masuk ke jurnal UNY, UNES, atau bahkan jurnal Scopus. Asal gaya selingkung yang kita pakai sesuai. Yang pertama kali dilakukan adalah membuat akun terlebih dahulu. Menerbitkan artikel pada jurnal ada yang harus membayar dan ada yang tidak harus membayar. Untuk menerbitkan artikel pada jurnal yang tidak harus membayar kita harus berprinsip pada "validity content". 

Bagi penulis pemula disarankan menulis cerita faksi.

Mencobalah untuk berani menulis. Jangan takut gagal. Jangan takut tulisannya jelek. Jangan takut tulisannya tidak.dibaca orang. 

Lebih baik gagal karena sudah mencoba berkali-kali , daripada gagal tapi belum pernah mencoba apapun.  Karena kegagalan. 

Narasumber menjawab berbagai pertanyaan peserta.

Setelah narasumber mejawab pertanyaan demi pertanyaan dari peserta, narasumber menyampaikan kalimat penutup guna  menutup perkuliahan malam ini. 

Moderator memohon undur diri dan menutup acara.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar